DAERAH,SULENGKA.ID- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bulukumba menggelar aksi demonstrasi di Jalan Poros Bantaeng-Bulukumba, tepatnya di Perempatan Teko, Selasa (15/9/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), gas LPG, serta pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
HMI Cabang Bulukumba menilai persoalan tersebut merupakan masalah serius karena berkaitan dengan kebutuhan dan hak dasar masyarakat.
Menurut HMI, dampak kelangkaan BBM dan LPG serta pemadaman listrik tidak hanya dirasakan masyarakat di satu daerah, tetapi terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Bulukumba.
Atas kondisi tersebut, HMI Cabang Bulukumba menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan pihak terkait.
Pertama, HMI mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan segera menjamin ketersediaan dan pemerataan BBM serta LPG di seluruh kabupaten/kota.
Kedua, HMI mendesak Pertamina menghentikan segala bentuk kelangkaan, dugaan penimbunan, dan praktik yang dinilai merugikan masyarakat.
Ketiga, HMI mendesak PLN segera menghentikan pemadaman listrik yang berulang serta menjamin pasokan listrik yang stabil bagi masyarakat.
Keempat, HMI meminta pemerintah membuka secara transparan data stok, distribusi, kuota, serta penyebab kelangkaan BBM dan LPG di Sulawesi Selatan.
Kelima, HMI mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan distribusi energi di Sulawesi Selatan agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Selain itu, HMI Cabang Bulukumba menegaskan akan terus mengawal dan mengawasi pemenuhan hak masyarakat atas energi yang adil, merata, dan terjangkau.
“Kami akan terus mengawal problem ini, sebab ini menyangkut hak dasar warga yang tidak terpenuhi,” kata Alam Nur, Jenderal Lapangan sekaligus Kabid PTKP HMI Cabang Bulukumba.
Aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap kondisi distribusi energi yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat di Sulawesi Selatan.**
