KESEHATAN,SULENGKA.ID- STIKES Panrita Husada Bulukumba melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat menggelar Program SAHABAT PANRITA (Sentuhan Asuhan Holistik Aktif Berbasis Terapi Komplementer sebagai Pendamping Kesehatan Reproduksi Ibu dan Tumbuh Kembang Anak).
Program tersebut didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kegiatan ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa bersama 25 kader yang berasal dari lima dusun di Desa Benteng Gantarang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Program ini ditujukan untuk memperkuat peran kader dalam mendukung kesehatan ibu dan anak melalui edukasi dan pendampingan berbasis asuhan komplementer.
Program ini hadir sebagai respons terhadap terbatasnya akses sebagian masyarakat terhadap pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta belum optimalnya kapasitas kader dalam memberikan pendampingan berbasis asuhan komplementer.
Hasil identifikasi awal menunjukkan masih terdapat tujuh bayi yang belum mendapatkan ASI eksklusif dan 15 anak mengalami stunting pada tahun 2025. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya penguatan upaya promotif dan preventif yang mudah dijangkau serta berkelanjutan di tingkat keluarga.
Tim pelaksana, Bd. Ely Kurniati, S.ST., M.Keb., menjelaskan bahwa kader memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dan berkesinambungan dengan ibu serta keluarga di wilayah kerjanya.
“Melalui SAHABAT PANRITA, kader merupakan perpanjangan tangan tenaga kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat sehingga kami ingin memperkuat keterampilan kader agar mampu memberikan edukasi dan pendampingan dasar secara aman. Dari Kader, untuk Ibu dan Anak, Menuju Desa Sehat dan Mandiri,” ujarnya.
Sebagai solusi, tim pelaksana memberikan pelatihan perawatan payudara pada ibu hamil sebagai persiapan laktasi, pijat oksitosin bagi ibu nifas, serta pijat bayi dan balita.
Peningkatan kompetensi kader dinilai melalui pre-test, post-test, dan bimbingan praktik. Seluruh proses pelatihan menekankan keamanan, kebersihan, kenyamanan, persetujuan sasaran, dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).
Program ini juga menghadirkan paket teknologi sosial berupa poster SOP yang ditempatkan di posyandu, leaflet edukasi bagi ibu dan keluarga, alat pijat sederhana, logbook pendampingan, serta Modul SAHABAT PANRITA yang diberikan kepada kader dan sasaran.
