BULUKUMBA, SULENGKA.ID — Upaya membangun generasi muda yang sadar demokrasi terus dilakukan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bulukumba. Kali ini, ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bulukumba mendapat pembekalan tentang pentingnya peran pemilih pemula dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pemilu, Senin (19/10/2026).

Edukasi tersebut dikemas melalui program Bawaslu Mengajar dengan menghadirkan Anggota Bawaslu Kabupaten Bulukumba, Awaluddin, sebagai pemateri. Dalam kegiatan itu, para pelajar diajak memahami bahwa hak pilih bukan sekadar digunakan saat pemungutan suara, tetapi juga harus disertai kesadaran untuk mengawasi jalannya demokrasi.

Awaluddin menilai, kalangan pelajar yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam menciptakan pemilu yang berintegritas. Karena itu, pemahaman mengenai pengawasan partisipatif perlu dibangun sejak dini.

“Pemilih pemula memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan. Melalui Bawaslu Mengajar, kami ingin menanamkan kesadaran kritis agar adik-adik siswa tidak hanya cerdas dalam menggunakan hak pilihnya, tetapi juga berani menolak politik uang serta aktif melakukan pengawasan di lingkungan sekitar,” ujar Awaluddin.

Bawaslu Hadirkan Pojok Pengawasan di Sekolah

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pihak MAN 2 Bulukumba. Kepala MAN 2 Bulukumba, Muhammad Anas, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bawaslu yang memberikan pemahaman kepemiluan kepada siswa melalui pendekatan edukatif di lingkungan sekolah.

Menurut pihak sekolah, edukasi semacam ini menjadi bagian penting dalam membentuk peserta didik agar mampu menggunakan hak pilih secara bijak sekaligus memahami tanggung jawab sebagai warga negara.

Tak hanya menyampaikan materi, Bawaslu Bulukumba juga menghadirkan Pojok Pengawasan di lingkungan sekolah. Fasilitas ini diharapkan menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal lebih dekat mekanisme pengawasan pemilu sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap hak pilih.

Dalam pelaksanaannya, siswa yang telah berusia 17 tahun diajak mempraktikkan cara memeriksa dan memperbarui data pemilih. Melalui simulasi tersebut, mereka memperoleh pengalaman langsung untuk memastikan status pendaftaran sebagai pemilih.

Keberadaan Pojok Pengawasan juga mendapat sambutan baik dari kepala sekolah karena memberikan akses praktis bagi peserta didik untuk memahami pentingnya validitas data pemilih.

Rangkaian Bawaslu Mengajar di MAN 2 Bulukumba ditutup dengan diskusi interaktif antara narasumber dan siswa, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Bulukumba dan pihak sekolah memperkuat sinergi dalam membangun kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda, termasuk mendorong partisipasi aktif dalam pengawasan pemilu serta menumbuhkan sikap tegas terhadap praktik politik uang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *