SULENGKA.ID, PENDIDIKAN — Anggota Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramly mendapatkan amanah untuk menyalurkan bantuan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kabupaten Bulukumba.
Kabupaten berjuluk Butta Panrita Lopi ini mendapat jatah Rp 5.562.375.000 dengan total 8000 orang penerima manfaat.
Bantuan ini merupakan Aspirasi pria yang akrab di sapa AMURE ini melalui Kementerian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Diketahui, Kabupaten Bulukumba merupakan kabupaten terbesar kedua yang menerima bantuan beasiswa Aspirasi Andi Muawiyah Ramly setelah Kabupaten Bone.
Kabupaten Bone diketahui kecipratan kuota 10.000 siswa dan total anggaran Rp5.793.150.000.
Di Dapil Sulsel II, Anggota DPR dua periode ini menyalurkan beasiswa PIP sebesar Rp 20.785.350.000 yang tersebar di 9 Kabupaten.
Pemihakan Negara
Andi Muawiyah Ramly mengatakan bahwa, program ini adalah bentuk nyata keberpihakan negara kepada keluarga-keluarga kurang mampu.
Hal ini agar anak-anak mereka tidak terhalang dalam mengakses pendidikan.
Karena itu, ia menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawal anggaran pendidikan agar tidak terkena pemangkasan dalam penyesuaian APBN 2025.
”Dalam konteks penyesuaian Anggaran APBN Tahun Anggaran 2025, kami meminta agar kedua kementerian terkait tidak mengurangi alokasi beasiswa bagi siswa dan mahasiswa,” kata Amure di salah satu sesi penerimaan Beasiswa Aspirasi PIP di Kabupaten Bone belum lama ini.
Dia melanjutkan bahwa, afirmasi pendidikan ini masih sangat dibutuhkan, terutama di tengah kondisi ekonomi sebagian masyarakat kita yang masih sulit.
Ia berharap, jangan sampai anak-anak kita putus sekolah hanya karena tidak mampu beli perlengkapan atau bayar iuran.
Setiap tahun, Amure mengawal penyaluran beasiswa untuk sekitar 30 ribu hingga 40 ribu siswa.
Bahkan Tahun 2024, jumlah penerima beasiswa yang ia perjuangkan mencapai sekitar 55 ribu orang.
Sementara itu, Tenaga Ahli Amure Kabupaten Bulukumba, Andi Sudarman mengatakan bahwa Besaran beasiswa disesuaikan dengan jenjang pendidikan.
Dia merincikan, sebesar Rp 450.000 per tahun untuk siswa SD, Rp750.000 untuk siswa SMP. Dan Rp1.800.000 untuk siswa SMA atau SMK.
”Namun, untuk siswa yang berada di kelas akhir pada saat pengusulan. Bantuan yang di berikan hanya separuh dari nilai penuh, ” tutup dia.
