SULENGKA.ID, BULUKUMBA — Peringatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-1 menjadi perhelatan penuh makna bagi jajaran pemasyarakatan di Sulawesi Selatan, khususnya Lapas Kelas IIA Bulukumba.
Dalam rangkaian tasyakuran yang dipusatkan di Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Selatan, salah satu pegawai Lapas Bulukumba berhasil menorehkan prestasi membanggakan: Muh. Fadil Bin Shafaruddin dianugerahi sebagai Pegawai Teladan Kanwil Ditjenpas Sulsel.
Penghargaan atas Dedikasi dan Prestasi Internasional
Penetapan Fadil sebagai pegawai teladan bukan tanpa alasan. Ia sebelumnya terlibat dalam tim IMIPAS yang mewakili Indonesia pada kompetisi internasional Prison FitX Challenge di Brunei Darussalam. Dalam ajang tersebut, tim berhasil memperoleh Medali Perunggu, sebuah capaian yang menunjukkan bahwa pegawai pemasyarakatan Indonesia mampu bersaing di panggung global.
Keikutsertaan Fadil dalam kompetisi tersebut tidak hanya menampilkan kemampuan fisik dan sportivitas, tetapi juga menggambarkan kesiapan SDM pemasyarakatan untuk tampil dalam standar kompetisi internasional.
Apresiasi dari Kepala Lapas Bulukumba
Kepala Lapas Bulukumba, Akbar Amnur, yang menyaksikan langsung sesi penganugerahan penghargaan, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bukti nyata dari dedikasi seorang pegawai yang bekerja dengan hati dan komitmen.
“Prestasi Sdr. Fadil menunjukkan bahwa kualitas SDM Kemenimipas tidak kalah dengan negara lain. Ia telah menjadi wajah positif bagi Lapas Bulukumba di arena internasional dan menjadi teladan bagi seluruh jajaran,” ungkapnya.
Akbar menambahkan bahwa pencapaian ini juga menunjukkan pentingnya pembinaan pegawai secara berkesinambungan, baik dalam aspek kedisiplinan, kemampuan fisik, maupun pengembangan kompetensi lainnya.
Mendorong Semangat Baru bagi Jajaran Lapas
Momentum ini membawa energi baru bagi seluruh pegawai Kemenimipas, terutama di Lapas Bulukumba. Keberhasilan salah satu rekan mereka dinilai dapat menjadi pemantik semangat untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan mengembangkan potensi diri masing-masing.
Penghargaan ini juga menjadi bukti bahwa kesempatan untuk berprestasi terbuka lebar bagi seluruh pegawai yang menunjukkan komitmen dan dedikasi tinggi di bidang tugasnya.
Melalui penganugerahan ini, Lapas Bulukumba berharap semakin banyak pegawai yang terdorong untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi Fadil menjadi contoh bahwa konsistensi dan kerja keras dapat membawa seseorang mengharumkan nama daerah, instansi, bahkan negara.
