SULENGKA.ID, BANTAENG – Kabupaten Bantaeng kembali menjadi lokasi pelaksanaan Summer Program “My UNHAS” yang mempertemukan mahasiswa Universitas Hasanuddin (UNHAS) dengan peserta dari Kanazawa University, Jepang.
Rombongan peserta program tersebut diterima Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, bersama Kepala Dinas Kesehatan dr. A. Ihsan dan Putri Fatima Nurdin selaku pembimbing mahasiswa UNHAS di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng, Rabu, 2 September 2026.
Kegiatan yang mengusung program “My UNHAS”–Kanazawa University 2026 ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 2 hingga 7 September 2026. Sejumlah agenda akademik dan kegiatan lapangan akan dilaksanakan selama peserta berada di Kabupaten Bantaeng.
Dosen sekaligus peneliti Departemen Geofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNHAS, Dr. Saaduddin, menjelaskan bahwa program tahun ini melibatkan 27 peserta yang terdiri dari mahasiswa, staf, serta pendamping.
Peserta dari Kanazawa University berjumlah 13 mahasiswa. Komposisinya terdiri atas 11 perempuan dan dua laki-laki. Program tersebut juga diikuti empat mahasiswa internasional UNHAS yang berasal dari Nigeria, Irak, Somalia, dan Pakistan.
Sementara itu, unsur UNHAS lokal terdiri atas tiga mahasiswa dan tiga staf. Selain itu, empat pendamping turut terlibat untuk menunjang berbagai kegiatan selama program berlangsung di Bantaeng.
Summer Program “My UNHAS” ini merupakan tahun kedua pelaksanaannya di Kabupaten Bantaeng. Program tersebut kembali digelar setelah mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Pada pelaksanaan tahun ini, cakupan kegiatan semakin berkembang dengan keterlibatan lebih banyak mahasiswa dari Kanazawa University. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang negara dan institusi pendidikan juga menjadi bagian penting dalam membangun interaksi akademik lintas negara.
Wakil Bupati Bantaeng H. Sahabuddin menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Ia mengapresiasi UNHAS dan Kanazawa University yang menjadikan Bantaeng sebagai salah satu lokasi kegiatan.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari Jepang maupun mahasiswa internasional UNHAS dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Bantaeng kepada dunia akademik internasional.
“Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyambut baik pelaksanaan program ini. Kehadiran mahasiswa dari Kanazawa University dan mahasiswa internasional UNHAS menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan potensi Bantaeng sekaligus membangun hubungan dan jejaring akademik yang lebih luas,” ujarnya.
Selain menjadi wadah pertukaran pengalaman akademik, program ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah. Interaksi langsung peserta dengan berbagai kondisi dan potensi daerah juga membuka peluang lahirnya kerja sama akademik yang lebih luas di masa mendatang.
