SULENGKA.ID, BULUKUMBA — Kepedulian terhadap warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa diwujudkan keluarga besar SD 33 Barabba, Kabupaten Bulukumba, melalui kegiatan keagamaan sekaligus aksi kemanusiaan.
Kegiatan tersebut diisi dengan shalat Dhuha, dzikir, dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk mendoakan masyarakat NTT yang sedang menghadapi bencana.
Tak hanya menggelar doa bersama, siswa, guru, dan keluarga besar SD 33 Barabba juga ikut menggalang bantuan. Dari aksi tersebut terkumpul donasi sebesar Rp1.007.500.
Seluruh dana kemudian disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Bulukumba untuk mendukung penanganan dan aksi kemanusiaan bagi masyarakat NTT yang terdampak bencana.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi para siswa untuk belajar tentang kepedulian sosial. Mereka diajak memahami bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran akademik, tetapi juga melalui pengalaman langsung dalam membantu sesama.
Kepala SD 33 Barabba, Nurati, S.Pd, menyambut baik kolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Bulukumba. Ia menilai kerja sama tersebut membuka kesempatan bagi pihak sekolah untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Nurati berharap kolaborasi tersebut dapat terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak kegiatan positif yang melibatkan siswa.
“Kami sangat antusias bisa berkolaborasi bersama BAZNAS. Semoga kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus dilanjutkan dan menjadi bagian dari pembelajaran kepedulian bagi anak-anak kami.”
Sementara itu, Waka I Bidang Pengumpulan, H Bustan Kadir, S.Ag, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun gerakan kemanusiaan yang melibatkan lingkungan sekolah.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam menumbuhkan kepedulian sejak usia dini. Nilai kemanusiaan dan solidaritas dapat ditanamkan melalui aksi nyata yang dilakukan bersama.
“Rp1.007.500 mungkin terlihat sederhana, tetapi di dalamnya ada doa, kepedulian, dan ketulusan anak-anak SD 33 Barabba untuk saudara-saudara mereka di NTT,” kata dia.
Melalui kegiatan tersebut, SD 33 Barabba menunjukkan bahwa kepedulian dapat ditanamkan sejak bangku sekolah.
Dari lingkungan pendidikan, tumbuh rasa empati. Dari tangan anak-anak, hadir bantuan dan harapan bagi sesama.
