SULENGKA.ID, NEWS — Setelah lebih dari 14 tahun berkarya di industri musik independen, grup musik asal Makassar yang sebelumnya dikenal sebagai Vertikal kini resmi memperkenalkan identitas baru dengan nama Denyut Nadi.

Transformasi band yang mempopulerkan lagu “Setinggi Gunung Bawakaraeng” tersebut menandai fase baru perjalanan band yang telah eksis sejak 2012. Pergantian nama tidak hanya menjadi perubahan identitas, tetapi juga mencerminkan arah musikal yang lebih matang dengan semangat baru tanpa meninggalkan karakter yang telah melekat selama bertahun-tahun.

Meski tampil dengan nama berbeda, Denyut Nadi tetap mempertahankan kekuatan utama mereka, yakni lirik yang emosional, dekat dengan realitas kehidupan, serta dikemas melalui aransemen musik yang khas.

Sebagai karya perdana di bawah identitas barunya, Denyut Nadi bersiap merilis single terbaru berjudul “Kalah”. Lagu tersebut dijadwalkan hadir dalam waktu dekat dan akan tersedia di berbagai platform musik digital, seperti Spotify, YouTube, dan layanan streaming lainnya.

Vokalis Denyut Nadi, Asroel, menjelaskan bahwa perubahan nama merupakan simbol perjalanan panjang sekaligus bentuk kedewasaan bermusik yang telah ditempuh bersama para personel.

“Denyut Nadi adalah semangat baru bagi kami. Nama ini mencerminkan kehidupan, pergerakan, dan emosi yang selalu kami tuangkan dalam setiap karya. Kami ingin terus berkembang tanpa melupakan perjalanan panjang yang telah kami lalui sejak 2012,” ujar Asroel saat kepada redaksi Sulengka.id, Sabtu 25 Juli 2026.

Lagu “Kalah”

Ia menambahkan, melalui lagu “Kalah”, band berharap dapat menghadirkan pengalaman emosional yang lebih mendalam bagi para pendengar.

“Kami berharap dengan nama baru ini bisa menjadi jembatan yang akan membawa karya karya kami lebih di kenal lagi. Bukan hanya di sini (Sulsel-red) tapi seluruh Indonesia terutama lagu lagu yang bertemakan lokal seperti SETINGGI BAWAKARAENG, MALINO KOTA BUNGA, JALAN JALAN DI MAKASSAR. Yang jelasnya Bismillah semoga ini menjadi awal yg lebih baik,” tambahnya.

Sepanjang perjalanan bermusik, band tersebut telah menghasilkan sejumlah karya yang dikenal di kalangan penikmat musik independen. Beberapa lagu yang cukup populer antara lain Setinggi Bawakaraeng, Malino, Alur, dan Tak Bersuara, yang menjadi bagian penting dari perjalanan kreatif mereka.

Melalui identitas baru sebagai Denyut Nadi, para personel optimistis dapat menjangkau audiens yang lebih luas sekaligus menghadirkan warna musik yang semakin matang tanpa menghilangkan jati diri yang telah dibangun sejak era Vertikal.

Peluncuran single “Kalah” diharapkan menjadi awal dari rangkaian karya terbaru yang akan memperkuat eksistensi Denyut Nadi di industri musik Indonesia. Band ini juga mengajak para pencinta musik untuk mengikuti perjalanan mereka melalui berbagai platform digital dan media sosial guna memperoleh informasi mengenai karya-karya yang akan datang.

Bagi Denyut Nadi, pergantian nama bukanlah penutup perjalanan sebagai Vertikal. Sebaliknya, perubahan tersebut menjadi awal dari langkah baru untuk terus berkarya, menyampaikan cerita, dan menghadirkan musik yang lahir dari pengalaman, emosi, serta perjalanan panjang para personelnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *