BULUNGAN, SULENGKA.ID — Festival Sungai Kayan 2026 menjadi salah satu rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Tanjung Selor ke-236 dan Kabupaten Bulungan ke-66. Ajang lomba dayung perahu tradisional ini melibatkan 122 perahu dengan total sekitar 3.500 pendayung.

Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., bersama Wakil Bupati Kilat, A.Md., dan Sekretaris Daerah Risdianto, S.Pi., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

Festival yang berlangsung sejak 14 Oktober itu mencapai puncaknya pada acara final dan penutupan di Dermaga VIP Kayan I, Sabtu (17/10).

Bupati mengapresiasi antusiasme peserta yang datang dari berbagai wilayah, termasuk 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan serta peserta dari Kabupaten Berau.

“Terima kasih dan apresiasi kepada peserta dari 10 kecamatan dari desa-desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Bulungan, termasuk apresiasi kepada saudara-saudara kita dari Kabupaten Berau yang hadir dan berpartisipasi dalam pergelaran Festival Sungai Kayan 2026,” ujar Bupati.

Selain festival, peringatan hari jadi tahun ini juga diisi sejumlah agenda, di antaranya Rapat Paripurna DPRD, ziarah ke Makam Kesultanan Bulungan, ziarah ke makam para pemimpin Bulungan, serta upacara syukuran.

Syarwani berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat rasa memiliki terhadap daerah sekaligus menjaga warisan seni dan budaya lokal.

“Harapan kami segenap kegiatan menjadi agenda dan hajat dari seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan. Sehingga, rasa memiliki dan rasa cinta kita terhadap Kabupaten Bulungan dapat diekspresikan melalui kegiatan-kegiatan yang membangkitkan pelestarian seni dan budaya,” terang Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan gotong royong sebagai landasan dalam mendorong kemajuan daerah. Menurutnya, semangat tenguyun yang hidup di tengah masyarakat merupakan modal penting untuk mewujudkan Bulungan yang lebih maju dan sejahtera.

Di akhir pesannya, Bupati mengingatkan bahwa Sungai Kayan bukan hanya memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat, tetapi juga menjadi simbol pemersatu warga Bulungan yang harus dijaga bersama.

“Keberadaan Sungai Kayan adalah rahmat Tuhan serta wadah pemersatu bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan yang harus terus kita kawal dan jaga bersama,” pesan Bupati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *