DAERAH, SULENGKA.ID — Seorang wanita ditemukan meninggal dunia dalam keadaan membengkak di Kampoeng Appa’demeng’e, Borong Kalukue, Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba Sulsel. Minggu, 4 Mei 2025.
Diketahui mayat tersebut, adalah Sudarmi (39). Ia ditemukan telah meninggal dunia dengan kondisi tubuh telah membengkak.
Menurut Muhammad Tahir yang merupakan tetangga dari Sudarmi, Almarhumah di temukan tergeletak di dalam rumahnya sekitar pukul 13:20 WITA oleh saudara iparnya.
“Saudara iparnya tadi datang berkunjung, tapi pintu rumahnya terkunci, jadi ia (Mukhtar) kebelakang melihat masuk ke dapur melalui jendela,” jelas Tahir.
Dari jendela tersebut, Kata Tahir, Muhktar yang merupakan saudara ipar dari Sudarmi itu melihat seorang wanita tergeletak, yang belakangan di ketahui bahwa itu adalah mayat Sudarmi.
“Jadi saudara iparnya tadi yang dobrak pintu sampai terbuka,” kata Tahir.
Perkiraan Meninggal
Menurut Tahir, Sudarmi di perkirakan meninggal dunia sekitar 3 atau 4 hari yang lalu, sebab, kata Tahir, pada hari Rabu (30/4/2025) ia masih melihat Sudarmi sedang beraktivitas di belakang rumahnya.
“Waktu hari Rabu kemarin masih saya lihat ki Sudarmi menimba air di sumur belakang rumahnya,” kata Tahir.
Belum di ketahui pasti penyebab meninggalnya Sudarmi, sementara pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun, di duga ia meninggal di sebabkan tersengat arus listrik. Pasalnya, kondisi mayat tersebut meninggal dalam posisi memegang satu unit alat mekanik berjenis Tang, yang mana Tang tersebut terhubung pada jaringan listrik rumahnya.
Dari informasi yang di himpun sulengka.id, Semasa hidupnya, Sudarmi mengalami depresi, ia tinggal seorang diri dalam rumahnya. Namun, belum di ketahui pasti apa penyebab sehingga ia mengalami gangguan kejiwaan.
“Keluarga seringji kunjungi, bawakan ikan atau makan-makanan, biasa keluarganya simpan titipannya di pintu, tapi terakhir keluarganya simpan titipan ikan, namun tidak di ambil mi. Belakangan di ketahui ternyata meninggal mi,” Pungkas Tahir, yang tinggal berdampingan rumah dengan Sudarmi.
Dari informasi warga, Sudarmi memiliki dua orang anak. Anak dari suami pertamanya di ketahui telah merantau ke luar daerah dan berangkat beberapa pekan lalu.
“Baru satu minggu yang lalu berangkatnya ini anak pertamanya ke Kalimantan,” kata Tahir.
Sekadar di ketahui, semasa hidup, Sudarmi telah menikah sebanyak dua kali, namun kedua pernikahannya itu kandas berpisah cerai. Sedangkan anak dari suami keduanya di ketahui ikut ayahnya ke kota Palopo.
“Anak pertamanya ke Kalimantan, baru satu minggu yang lalu berangkat, sempat ji pamit kasian sama ibunya. Kalau anak keduanya di Palopo ikut sama bapaknya. Kalau itu anak keduanya, masih kecil ki pisah mi sama ibunya,” beber Tahir.
“Sekitar usia 6 tahun itu anaknya saat dia (Sudarmi) pisah dengan suami keduanya. Sekarang mungkin usianya (anak) belasan tahun mi, remaja mi,” jelas Tahir.
Kejadian tersebut sempat menggegerkan warga sekitar, tak menunggu lama, pihak dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulukumba berhasil mengevakuasi mayat tersebut hingga di makamkan. (**)
