SULENGKA.ID, NEWS — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia menjelang akhir tahun. Keyakinan itu disampaikan setelah ekonomi nasional mencatatkan pertumbuhan solid sebesar 5,12 persen pada kuartal II 2025.

Menurut Purbaya, capaian tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mendekati target pertumbuhan 5,2 persen di sepanjang tahun ini.

“Bisa mendekati itu,” ujar Purbaya di Kompleks DPR, Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Ekonomi Dinilai Sudah Lewati Titik Terendah

Purbaya menilai ruang akselerasi masih terbuka lebar pada empat bulan terakhir 2025. Ia optimistis jika pertumbuhan di kuartal IV semakin kencang, maka tren ekonomi tahun depan akan lebih menjanjikan.

“Seandainya triwulan ke-4 nanti tumbuhnya lebih cepat, saya yakin akan lebih cepat. Itu tanda-tandanya bahwa ekonomi kita sudah melewati titik terendah, dan ke depan akan bergerak lebih cepat lagi,” jelasnya.

Rp 200 Triliun untuk Dorong Likuiditas

Salah satu langkah pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan adalah menyalurkan dana sebesar Rp 200 triliun ke enam bank milik negara (Himbara). Tujuannya untuk memperkuat likuiditas perbankan dan memastikan pembiayaan sektor swasta tetap terjaga.

“Kita memastikan sektor swasta jalan, nanti kita lihat butuhnya berapa lagi. Kita pelajari dampaknya,” kata Purbaya.

Enam Bank Himbara Penerima Dana

Adapun bank penerima penempatan dana Rp 200 triliun tersebut adalah:

  • Bank Rakyat Indonesia (BRI)
  • Bank Negara Indonesia (BNI)
  • Bank Mandiri
  • Bank Syariah Indonesia (BSI)
  • Bank Tabungan Negara (BTN)
  • Bank Syariah Nasional (BSN)

Purbaya menambahkan, program ini masih bersifat uji coba. Pemerintah akan memantau dampaknya dalam beberapa pekan ke depan sebelum memutuskan langkah lanjutan.

“Tapi yang jelas itu kan percobaan pertama, taruh segitu dulu. Kita lihat dalam waktu seminggu, dua minggu, tiga minggu, seperti apa dampaknya ke ekonomi. Kalau kurang, tambah lagi,”” tegasnya.

Outlook: Arah Ekonomi Jelang 2026

Dengan momentum positif di paruh kedua 2025, pemerintah berharap ekonomi Indonesia tidak hanya mencapai target tahun ini, tetapi juga mencatat akselerasi yang lebih kuat pada 2026. Kombinasi antara pertumbuhan konsumsi domestik, dukungan likuiditas, dan stabilitas fiskal diyakini akan menjadi motor utama pemulihan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *