SULENGKA.ID, BULUKUMBA — Setelah sebelumnya menyasar Desa Borongrappoa, program BMD BAZNAS Kabupaten Bulukumba kini berlanjut ke Desa Dampang, Kecamatan Gantarang. Desa ini menjadi lokasi kedua pelaksanaan program yang diarahkan untuk membantu masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro.

Pemilihan Desa Dampang tidak dilakukan tanpa pertimbangan. Keaktifan pemerintah desa dalam merespons dan mendukung kolaborasi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan lokasi pelaksanaan program, terutama dalam upaya pengumpulan sekaligus pendistribusian zakat melalui BAZNAS Bulukumba.

Seperti pelaksanaan sebelumnya di Borongrappoa, program di Desa Dampang diawali dengan kegiatan sosialisasi. Bantuan kemudian disalurkan melalui kelompok BMD yang anggotanya berasal dari kalangan pelaku UMKM.

Pimpinan BAZNAS Bulukumba Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Muhammad Yusuf Shandy, menjelaskan bahwa program tersebut menerapkan prinsip Al-Qardh Al-Hasan, yakni pinjaman kebajikan yang diberikan tanpa bunga.

Program ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM agar tidak lagi bergantung pada pinjaman informal maupun lembaga pembiayaan ilegal. Selain dukungan modal, penerima manfaat juga memperoleh bimbingan pengelolaan keuangan, pelatihan, serta pengembangan jaringan usaha.

Program tersebut diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro yang mengalami keterbatasan akses terhadap layanan perbankan. Dengan pendekatan tersebut, bantuan diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan modal, tetapi juga mendorong usaha mustahik berkembang secara berkelanjutan.

Kepala Desa Dampang, Kecamatan Gantarang, Muhardi, menyambut positif kehadiran program BMD di wilayahnya. Ia mengaku senang dan antusias karena persoalan permodalan masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi masyarakat.

“Memang di lapangan banyak masyarakat yang kesulitan modal dan terpaksa mengambil pinjaman berbunga yang bukannya membantu perputaran usaha, namun membuat kesulitan dan hampir usahanya yang menjadi korban,” ujar Muhardi.

Menurutnya, kehadiran program BMD memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh dukungan permodalan tanpa harus terjebak dalam pinjaman berbunga yang dapat membebani keberlangsungan usaha.

“Dengan adanya program ini harapannya adalah masyarakat semakin bersemangat untuk menjalankan usaha, dan dapat memberdayakan masyarakat lainnya,” katanya.

Melalui program tersebut, BAZNAS Bulukumba berharap penerima manfaat tidak hanya mampu mempertahankan usaha, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan secara bertahap memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *