SULENGKA.ID BULUKUMBA — Kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan keluarga besar SD Negeri 203 Bontomacinna, Kabupaten Bulukumba.
Para siswa, guru, tenaga kependidikan, serta orang tua dan wali siswa bersama-sama menggelar dzikir, doa bersama, sekaligus menggalang sedekah untuk masyarakat NTT yang membutuhkan bantuan.
Kegiatan tersebut diawali dengan salat dhuha, kemudian dilanjutkan dzikir dan doa bersama. Selain menjadi bentuk ikhtiar spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para siswa sejak dini.
Dari kegiatan tersebut, terkumpul donasi sebesar Rp1.592.000. Dana yang dihimpun selanjutnya dipercayakan kepada BAZNAS Kabupaten Bulukumba untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di NTT.
Kepala SD Negeri 203 Bontomacinna, Nuhriadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas seluruh warga sekolah terhadap saudara-saudara di NTT yang terdampak bencana gempa bumi.
“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas warga SD Negeri 203 Bontomacinna terhadap dampak bencana gempa bumi yang dialami saudara-saudara kita yang ada di NTT,” kata Nuhriadi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Bulukumba yang hadir dan memandu pelaksanaan dzikir serta doa bersama hingga proses pengumpulan dan penyaluran sedekah.
“Saya mengapresiasi kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, murid, dan orangtua/wali yang mendukung dan berkolaborasi pada kegiatan tersebut. Semoga menjadi amal kebajikan yang dibalas oleh Allah dengan pahala berlipat ganda,” tuturnya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS Bulukumba, H. Bustan Kadir, S.Ag., menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar SD Negeri 203 Bontomacinna atas partisipasi dan kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS untuk menyalurkan bantuan tersebut.
Menurutnya, gerakan sedekah yang dilakukan di lingkungan sekolah bukan hanya membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik.
“Semoga sedekah yang terkumpul menjadi amal jariyah bagi seluruh donatur dan memberikan manfaat serta menghadirkan harapan bagi saudara-saudara kita di NTT.”
Melalui kegiatan ini, para siswa diajak memahami bahwa kepedulian terhadap sesama tidak dibatasi oleh jarak maupun wilayah. Nilai berbagi dan solidaritas diharapkan dapat terus tumbuh melalui kegiatan-kegiatan sosial di lingkungan sekolah.
Gerakan serupa rencananya akan diperluas ke sekolah-sekolah lainnya, termasuk desa dan kecamatan di Kabupaten Bulukumba.
Dari Bontomacinna, doa dan kepedulian dikirimkan untuk NTT. Sebab, sekecil apa pun sedekah yang diberikan, dapat menjadi bagian dari harapan bagi mereka yang sedang membutuhkan.
