POLITIK, SULENGKA.ID – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menggelar acara tasyakuran sebagai bentuk ungkapan syukur atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Ketua DPC PKB Bulukumba, Fahidin HDK, M.M, dalam sambutannya mengatakan bahwa Gus Dur bukan hanya dikenal sebagai guru bangsa, tetapi juga merupakan teladan bagi seluruh kader PKB dan warga Nahdliyin. Menurutnya, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur merupakan bentuk penghargaan yang sangat layak atas dedikasi dan perjuangannya bagi bangsa dan negara.
“Tasyakuran ini kami gelar sebagai wujud syukur atas dinobatkannya guru kami, Gus Dur, sebagai Pahlawan Nasional,” ujar Fahidin dalam sambutannya.
Selain dikenal sebagai tokoh pluralisme dan demokrasi, Gus Dur juga merupakan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai politik yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dan berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Melalui gagasan dan perjuangannya, Gus Dur menanamkan nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan keadilan sosial yang hingga kini menjadi roh perjuangan PKB di seluruh Indonesia.
Fahidin menegaskan bahwa semangat dan pemikiran Gus Dur akan terus hidup dalam setiap langkah perjuangan politik PKB.
“Warisan nilai dan pemikiran Gus Dur menjadi panduan moral bagi seluruh kader PKB dalam mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara,” tambahnya.
Acara tasyakuran yang diselenggarakan di sekretariat DPC PKB Bulukumbadengan, berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur. Sejumlah pengurus, kader, dan simpatisan PKB turut hadir untuk mengenang jasa serta meneladani nilai-nilai perjuangan Gus Dur sebagai tokoh bangsa dan pendiri partai.*
