SULENGKA.ID,HUKRIM-Forum Kajian dan Gerakan Advokasi Kerakyatan (FK-GARDA) meminta Polres Gowa segera umumkan nama-nama yang terlibat dalam kasus peredaran dan percetakan uang palsu yang diduga beroperasi di Kampus UIN Alauddin Makassar.

Tak hanya itu, Ketua umum FK-GARDA, Agung Setiawan juga meminta pihak kepolisian untuk memeriksa Rektor UIN Alauddin Makassar.

“Hal ini sangat disayangkan, Kampus yang seharusnya sebagai ruang akademik malah menjadi lumbung produksi uang palsu sehingga ini menjadi hal yang moncoreng citra baik kampus islam, atau lebih dikenal sebagai kampus peradaban,” Kata Agung Sabtu (14/12).

Di beritakan sebelumnya, Polres Gowa berhasil lakukan penggerebekan tempat produksi uang palsu yang beroperasi di lantai tiga perpustakaan Kampus 2 UIN Makassar, yang terletak di Samata, Kelurahan Romangpolong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan uang palsu senilai ratusan juta rupiah beserta alat-alat produksi yang di gunakan untuk mencetak uang palsu.

Selain itu, beberapa orang pegawai kampus dan seorang oknum dosen juga turut di ringkus. Karena di duga terlibat dalam pembuatan dan peredaran uang palsu tersebut.

Namun, hingga hari ini, kata Agung Polres Gowa belum lakukan Konferensi Pers terkait nama-nama terduga pelaku. Yang terlibat dalam sindikat peredaran uang palsu tersebut.

Dari informasi yang berhasil di himpun, pihak kepolisian telah lakukan penyelidikan. Dan pengembangan kasus uang palsu yang melibatkan pejabat kampus itu.

Pihaknya (Polisi) tidak hanya berhenti pada sejumlah orang yang telah di amankan. Sebab sejumlah orang lainnya yang di duga juga terlibat sementara dalam pengejaran.

“Masih ada tersangka yang belum di dapat,” Kata sumber di lansir dari detikSulsel, Sabtu (14/12).

Kasus peredaran uang palsu itu di duga telah berjejaring di dalam kampus. Polisi kini berupaya membongkar seluruh  jaringan tersebut.(**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *