Politik, Pelitarakyat.id — Hari Antikorupsi Internasional, yang juga dikenal sebagai International Anti-Corruption Day, diperingati setiap tahun pada tanggal 9 Desember. 

Hari ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak negatif korupsi, serta mempromosikan upaya-upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi di seluruh dunia. 

Hari Antikorupsi Internasional diresmikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Konvensi PBB Melawan Korupsi yang ditandatangani pada tanggal 9 Desember 2003, di Kota Meksiko. Penandatanganan konvensi ini menandai komitmen dunia untuk bersama-sama melawan korupsi di segala tingkatan.

Menurut anggota DPRD Bulukumba, Juandy Tandean mengatakan bahwa tujuan Hari Antikorupsi Internasional untuk meningkatkan pemahaman tentang korupsi, menggugah kepedulian masyarakat terhadap permasalahan ini, serta mendorong pemerintah, bisnis, dan masyarakat sipil untuk berperan aktif dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Peran masyarakat sipil sangat penting dalam perlawanan terhadap korupsi,” kata dia. 

Sekadar diketahui, Hari Antikorupsi Internasional juga menjadi momen untuk menilai kemajuan implementasi Konvensi PBB Melawan Korupsi di berbagai negara. Negara-negara yang menandatangani konvensi diharapkan untuk mengadopsi langkah-langkah konkret dalam melawan korupsi, baik di sektor publik maupun swasta.

Korupsi memiliki dampak global yang signifikan, termasuk penghambatan pembangunan ekonomi, ketidaksetaraan sosial, dan pelanggaran hak asasi manusia. Hari Antikorupsi Internasional menjadi panggung untuk memperkuat kesadaran akan dampak negatif ini dan merangsang upaya bersama dalam memberantasnya.

Sejak peringatan pertama Hari Antikorupsi Internasional, banyak negara dan organisasi telah mengambil tindakan konkret dalam melawan korupsi. Peningkatan transparansi, perbaikan sistem hukum, dan kampanye edukasi adalah beberapa langkah yang telah diambil untuk mengatasi permasalahan korupsi secara efektif.

Hari Antikorupsi Internasional adalah momentum penting dalam upaya bersama untuk mengatasi permasalahan serius yang dihadapi oleh banyak negara di seluruh dunia. Dengan meningkatkan kesadaran dan menumbuhkan komitmen global, diharap peringatan ini akan menjadi pendorong bagi perubahan positif dalam perlawanan terhadap korupsi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *