SULENGKA. ID, NEWS — Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bulukumba menggelar kegiatan pelatihan (training) wirausaha dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-76. Kegiatan ini mengusung tema “Berdaya, Berdampak, dan Berkah dalam Usaha” sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi perempuan muda, khususnya kalangan santriwati.

Pelatihan tersebut menjadi salah satu rangkaian utama peringatan Harlah tahun ini yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyasar penguatan kapasitas sumber daya manusia. Fokus utamanya adalah membekali peserta dengan keterampilan praktis di bidang kewirausahaan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Bulukumba, Haswani Ansar, menegaskan bahwa momentum Harlah ke-76 dimaknai secara mendalam oleh organisasinya, tidak sekadar mengenang perjalanan panjang Fatayat NU, tetapi juga sebagai titik tolak membangun masa depan yang lebih kuat.

“Harlah ke-76 Fatayat NU kami maknai dengan dua hal penting: merawat akar perjuangan melalui ziarah muassis dan menyiapkan masa depan melalui pelatihan wirausaha bagi santriwati. Kami ingin perempuan muda, khususnya santri, tetap berpegang pada nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus memiliki kemandirian ekonomi dan kemampuan menghadapi tantangan zaman,” ujar Haswani.

Menurutnya, pelatihan ini dirancang untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai keberkahan, kebermanfaatan sosial, dan kemandirian. Tema “berdaulat” mencerminkan tekad untuk tidak bergantung, “berdampak” berarti memberi manfaat luas, dan “berkah” menjadi landasan spiritual dalam setiap aktivitas usaha.

Peserta yang mayoritas merupakan santriwati mendapatkan materi mulai dari dasar-dasar kewirausahaan, pengelolaan usaha kecil, hingga strategi pemasaran yang adaptif di era digital. Dengan demikian, diharapkan mereka mampu menciptakan peluang usaha mandiri sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi keluarga dan masyarakat.

Selain pelatihan, rangkaian Harlah juga diisi dengan kegiatan ziarah ke makam para muassis (pendiri) sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan tokoh perempuan NU terdahulu. Kegiatan ini menjadi simbol kesinambungan antara nilai tradisi dan inovasi yang terus dijaga oleh Fatayat NU.

Melalui kegiatan ini, Fatayat NU Bulukumba berkomitmen untuk terus hadir sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya bergerak di bidang sosial dan keagamaan, tetapi juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi umat, khususnya generasi muda perempuan berbasis pesantren. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *