SULENGKA.ID, NEWS — Pemerintah Kabupaten Bulukumba mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak yang saat ini mengalami peningkatan kasus di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Bulukumba.

Berdasarkan data surveilans dan investigasi epidemiologi, lonjakan kasus campak dipicu oleh masih adanya kesenjangan cakupan imunisasi rutin di masyarakat. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kekebalan kelompok (herd immunity), sehingga risiko penularan menjadi lebih tinggi.

Sebagai langkah cepat merespons Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Kesehatan menggelar program imunisasi kejar (catch up) secara serentak. Program ini merupakan bagian dari upaya nasional yang juga dilaksanakan di sejumlah daerah, seperti Maros, Luwu Timur, dan Jeneponto.

Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr. Amrullah, menegaskan bahwa imunisasi merupakan cara paling efektif dalam mencegah penyebaran campak, khususnya pada anak-anak. Program imunisasi kejar ini ditargetkan rampung pada April 2026.

Adapun total sasaran imunisasi kejar mencapai 8.925 anak, dengan rincian 1.004 sasaran untuk imunisasi campak 1 (MR1), 886 sasaran untuk campak 2 (MR2), serta 7.035 sasaran untuk siswa kelas 1 SD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *