Penulis : Hendra Wiranto

PENDIDIKAN, SULENGKA.ID – Polemik terkait distribusi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, semakin mencuat.

Setelah SMPN 2 Bulukumba ramai diberitakan akibat makanan yang dikeluhkan diduga basi, kini laporan serupa datang dari SD Negeri 221 Tanah Kongkong pada hari yang sama, dengan menu yang identik: nasi goreng merah.

Sejumlah siswa dikabarkan menerima makanan yang mengeluarkan bau tidak sedap dan diduga sudah basi. Salah satu orang tua siswa, Andi Arfandi, membenarkan bahwa anaknya yang duduk di kelas IV juga mengalami hal serupa.

“Anak saya cuma makan satu sendok. Dia langsung bilang nasinya basi. Bahkan guru di kelas juga sempat coba dan memutuskan makanan tidak layak dikonsumsi,” kata Arfandi pada media. Jumat 23 Mei 2025.

Menu nasi goreng merah itu merupakan bagian dari paket MBG yang disalurkan ke sekolah-sekolah dasar dan menengah di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemasok makanan untuk SD 221 Tanah Kongkong dan SMPN 2 Bulukumba merupakan penyedia yang sama, yakni dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lokal.

Sebelumnya, pihak penyedia makanan melalui Kepala SPPG BGN, Wahyu, membantah makanan yang dibagikan dalam program MBG itu basi. Ia menyebut nasi hanya terlihat lembek karena proses pengolahan dua kali dan penggunaan lauk tambahan seperti acar.

‘Makanan tidak basi. Nasi memang terlihat lembek karena melalui dua kali proses, dimasak lalu digoreng. Saya sudah coba langsung, tidak ada aroma basi, hanya lebih lembap (basah) karena memakai acar,” jelas Wahyu.

Namun, kemunculan keluhan serupa di dua sekolah dalam waktu bersamaan memicu desakan evaluasi terhadap sistem pengawasan kualitas makanan dalam program MBG, khususnya di tingkat daerah.

Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan gizi dan konsentrasi belajar siswa. Insiden ini diharapkan menjadi perhatian bersama agar pelaksanaannya tetap sesuai standar dan benar-benar memberi manfaat bagi peserta didik. **