HUKRIM, SULENGKA.ID – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, kian meresahkan warga.
Sejak awal tahun 2025, kasus curanmor dilaporkan terus meningkat, dengan wilayah Kecamatan Gantarang menjadi daerah paling rawan berdasarkan laporan warga yang dihimpun oleh wartawan Sulengka.id.
Terbaru, satu unit sepeda motor jenis Yamaha Vega R milik warga Desa Benteng Gantarang, Kecamatan Gantarang, raib dibawa kabur maling pada Rabu dini hari, 11 Juni 2025. Peristiwa itu menyebabkan korban mengalami kerugian jutaan rupiah dan trauma berat.
Yang lebih mengkhawatirkan, warga menyebutkan bahwa sebelumnya beberapa kendaraan yang sempat hilang di desa tersebut berhasil dikembalikan setelah korban memberikan sejumlah uang tebusan kepada pelaku. Hal ini menimbulkan dugaan adanya praktik pemerasan dan keterlibatan jaringan curanmor lokal di wilayah tersebut.
Berikut beberapa kasus curanmor yang tercatat sepanjang tahun 2025 di Kecamatan Gantarang yang sempat terlapor:
Desa Palambarae
Seorang warga Dusun Paojawae kehilangan sepeda motor yang terparkir di teras rumah pada Rabu sore, 19 Februari 2025. Diduga pelaku menjalankan aksinya saat situasi rumah sepi.
Desa Polewali
Pada Selasa malam, 17 Februari 2025, dua unit sepeda motor milik warga bernama Jusriadi dilaporkan hilang. Aksi pencurian berlangsung saat kondisi sekitar masih ramai warga.
Palambarae Kembali Jadi Sasaran
Pada Minggu, 23 Februari 2025, warga bernama Usran kehilangan sepeda motor Yamaha Vega R dengan plat nomor 6663 VM saat memarkirkannya di pekarangan rumah warga untuk pergi ke sawah.
Dugaan Sindikat Curanmor Lokal di Bulukumba
Dugaan kuat muncul bahwa terdapat markas sindikat curanmor lokal yang beroperasi di wilayah Bulukumba. Dugaan ini dikuatkan oleh pola pencurian dan pengembalian motor dengan imbalan tebusan, seperti yang terjadi sebelumnya di desa Benteng Gantarang, Kecamatan Gantarang.
Seorang warga Kecamatan Gantarang yang meminta identitasnya dirahasiakan menyuarakan harapannya kepada aparat penegak hukum.
“Pihak kepolisian harus bongkar ini markasnya, agar ada rasa keamanan bagi warga. Jika tidak, maka warga akan dihantui rasa ketakutan, khususnya di wilayah Gantarang-Kindang,” ungkapnya.
Warga mendesak aparat kepolisian untuk bertindak tegas membongkar dugaan sindikat curanmor demi mengembalikan rasa aman dan ketertiban di masyarakat.
Kapolsek Gantarang: Tim Kami Sudah Bekerja
Sementara Kapolsek Gantarang, Kompol Abdul Kadir yang berhasil dikonfirmasi pada, Minggu (16/3/2025) lalu, dengan mempertanyakan kasus yang sama dan langkah strategis menangani Curanmor di wilayah hukumnya. Ia mengaku telah melakukan antisipasi.
“Tim kami sudah bekerja pak, turun lapangan siang malam untuk antisipasi gangguan Kamtibmas,” kata Abdul Kadir melalui pesan whatsapp. ***

