SULENGKA.ID, SASTRA — Wiji Thukul, merupakan sosok yang bernama asli Wiji Widodo, lahir pada tanggal 26 Agustus 1963 di kampung Sorogenen, Solo, yang mayoritas penduduknya adalah tukang becak dan buruh. Ia datang dari keluarga tukang becak.
Sebagai anak tertua dari tiga bersaudara, Ia berhasil menamatkan SMP (1979), lalu masuk SMKI (Sekolah Menengah Karawitan Indonesia) jurusan tari, namun ia putus sekolah (1982).
Salah satu puisi fenomenal yang ia ciptakan adalah:
Nyanyian Akar Rumput
Jalan raya dilebarkan
kami terusir
mendirikan kampung
digusur
kami pindah-pindah
menempel di tembok-tembok
dicabut
terbuang
Kami rumput
butuh tanah
dengar!
Ayo gabung ke kami
Biar jadi mimpi buruk presiden!
Puisi “Nyanyian Akar Rumput” karya Wiji Thukul ini mengungkapkan perjuangan dan keinginan masyarakat kecil untuk memiliki tempat tinggal yang layak.
