HUKRIM, SULENGKA.ID – Setelah menuai kecaman dan membuat kegaduhan publik, pemilik akun Facebook @Muh Amir atau yang dikenal dengan nama “Bang Onggo” akhirnya mengakui bahwa video penampakan hantu pocong yang ia unggah adalah video hoaks.

Dalam sebuah video klarifikasi yang diunggah ke akun pribadinya pada Kamis (26/06/2025), Bang Onggo meminta maaf secara terbuka kepada warga Dusun Borongloe, Desa Benteng Gantarang, serta kepada seluruh warganet atas keresahan yang ditimbulkan akibat video yang ia edit dan sebarkan.

“Saya atas nama Muh. Amir alias Onggo, pemilik akun Muh Amir, yang telah memposting video penampakan pocong di Borongloe Desa Benteng Gantarang, di sini saya mau meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada warga Borongloe dan netizen atas kegaduhan dan ketakutan yang ditimbulkan, ucapnya dalam video.

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa video tersebut bukanlah dokumentasi pribadi dan bukan kejadian nyata yang ia alami secara langsung.

Ia mengunduh video lama yang sebelumnya telah beredar di TikTok, kemudian mendaur ulang dengan menambahkan narasi suara dan mencatut nama wilayah Borongloe.

“Saya mengaku salah. Video tersebut merupakan video hoaks yang telah saya edit ulang dan posting kembali. Video penampakan pocong yang telah saya posting itu tidak benar dan tidak terjadi di Borongloe. Sekali lagi saya minta maaf kepada warga yang telah saya buat resah, lanjutnya.

Setelah membuat klarifikasi, @Muh Amir juga telah menghapus video tersebut dari akun media sosialnya.

Warga Desak Pertanggung Jawaban

Sebelumnya, salah satu tokoh pemuda Desa Benteng Gantarang, Sulham, berharap pelaku pembuat konten hoax tersebut dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya. Akibat konten tersebut, kata Sulhan, telah membuat kepanikan luar biasa khususnya warga Benteng Gantarang.

“Permintaan maaf itu baik, tapi tetap harus ada tanggung jawab secara moral dan hukum, semoga dari tindakan kita dapat teredukasi, agar masyarakat tidak main-main dengan konten bohong,”tegas Sulham.

Psikologis Warga Terganggu Akibat Konten Hoaks

Beberapa warga yang terdampak bahkan mengaku mengalami ketakutan luar biasa setelah menonton video tersebut. Salah satunya akun @Irhna, yang menulis di media sosial:

“Saya saja di rumah tidak matikan lampu sampai pagi. Takut sekali sampai kefikiran terus.”

Kejadian ini menjadi peringatan penting tentang dampak nyata dari konten digital yang disebarkan tanpa pertanggungjawaban. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *