SINJAI, SULENGKA.ID — Pemerintah Kabupaten Sinjai memperkuat kolaborasi antara lembaga pelatihan dan dunia usaha untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten, produktif, serta mampu bersaing di tengah perkembangan industri dan teknologi digital.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sinkronisasi Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, yang hadir mewakili Bupati Sinjai.

Agenda yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng itu juga diisi dengan penandatanganan kerja sama antara BPVP Bantaeng dan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) di Kabupaten Sinjai.

Dalam sambutannya, Andi Jefrianto menyampaikan penghargaan kepada BPVP Bantaeng, DUDIKA, Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Sinjai, serta UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Sinjai yang telah berkolaborasi dalam upaya meningkatkan kualitas dan keterampilan tenaga kerja.

Menurutnya, penyelarasan program pelatihan vokasi dengan kebutuhan industri menjadi langkah penting agar kompetensi yang dimiliki peserta benar-benar relevan dengan tuntutan pasar kerja.

Upaya ini juga sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 melalui pendekatan link and match, yaitu menyelaraskan kemampuan tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Andi Jefrianto menilai Sinjai memiliki potensi sumber daya manusia yang perlu terus dikembangkan, terutama untuk menjawab tantangan digitalisasi dan persaingan kerja yang semakin dinamis.

“Keberadaan BPVP Bantaeng sebagai mitra strategis pemerintah daerah sangat penting dalam menjembatani kebutuhan industri dengan penyiapan tenaga kerja lokal yang kompeten,” ujarnya.

Ia berharap kemitraan yang terjalin tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama. Kolaborasi tersebut diharapkan berlanjut pada penyesuaian kurikulum pelatihan, peningkatan kapasitas instruktur, serta perluasan kesempatan magang dan penempatan kerja bagi para lulusan.

Sementara itu, Kepala UPTD BLK Sinjai, Muhammad Rindang, menjelaskan bahwa kegiatan sinkronisasi tersebut dirancang untuk memperkuat koordinasi dalam penyelenggaraan pelatihan berbasis kebutuhan dunia kerja.

Dalam laporannya, ia juga menyampaikan bahwa kerja sama ini mencakup penyediaan informasi lowongan dan peluang kerja, fasilitasi penempatan alumni pelatihan, serta pengembangan dukungan dari lembaga keuangan dan perbankan.

Pelaksanaan kemitraan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 19 Tahun 2024 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Kerja Sama di Lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

Melalui program ini, Pemkab Sinjai berharap terbangun kemitraan berkelanjutan antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan pelaku industri. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang terampil, produktif, dan memiliki daya saing.

Selain mempersiapkan pencari kerja memasuki dunia industri, penguatan pelatihan vokasi juga diharapkan melahirkan wirausahawan baru. Dengan demikian, program ini dapat membuka kesempatan kerja, mendorong pertumbuhan usaha, dan memberikan kontribusi bagi perekonomian Kabupaten Sinjai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *