SULENGKA.ID, SOSOK — Setiap orang memiliki sejarah dan perjuangannya masing-masing. Begitu juga dengan Kepala Desa Padangloang, Andi Muhammad Rizal. Sosok kelahiran 1985 yang berhasil menjadi pemimpin di desa industri pasir dan batu kerikil di Bulukumba. Menariknya, ia memulai karirnya, dari buruh pabrik ke panggung politik.

Mengenal Sosok Andi Muhammad Rizal

Andi Ical merupakan putra ketiga dari Alm. Andi Rajamuddin Bin Andi Bintang, ia dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul. Dari kedua orangtuanya yang bekerja sebagai seorang petani, tak heran jika pria yang akrab di sapa Andi Ical ini menghabiskan masa kecilnya di sawah dan ladang seperti anak-anak perani pada umumnya. Andi Ical tumbuh menjadi sosok remaja yang ulet dan pekerja keras, tak heran jika Andi Ical dikenal sebagai pria yang mandiri diantara teman sebayanya.

Perjalanan hidupnya semasa sekolah di SMP 3 Ujungloe hingga SMA Negeri 1 Ujungloe, Ical selalu memanfaatkan waktu luangnya, sepulang sekolah, dirinya bekerja sebagai buruh pabrik dan bertani. Hal itu dilakukan untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya. Sebagai remaja yang mandiri, Ical menjadi tulang punggung untuk keluarga sederhananya kala itu.

Loncatan cara berpikirnya sebagai pemuda yang visioner, ia kemudian mulai merancang peradaban hidupnya di usia yang relatif muda. Dia mulai berpikir untuk membangun keluarga barunya. Pada tahun 2007 diusianya yang ke 22 tahun, ia memantapkan diri untuk mempersunting wanita pilihan hatinya, Darmawati. Saat ini Keluarga hebat itu telah dikaruniai dua orang putri dan satu orang putra.

Darma merupakan wanita sederhana seorang sarjana pendidikan Islam. Dia dikenal sebagai sosok yang religius, ramah dan progresif. Tak heran jika sosoknya dikenal sebagai perempuan kuat. Ibu dari 3 anak itu mampu menjadi primadona para ibu-ibu di desanya. Betapa tidak, ia mampu menempatkan diri sebagai ibu rumah tangga yang baik, sekaligus menjadi istri seorang pejabat publik di Desa Padangloang tanpa melihat sekat.

“Calon Titipan” Panggung Politik

Awal karir Andi Ical menjadi seorang Kepala Desa melalui demokrasi Pilkades 2016. Dirinya mengaku hanya sebagai calon titipan dari incumbent, sebagai salah satu strategi incumbent, memenangkan pertarungan. Andi Ical dipasang untuk maju mencalonkan diri sebagai pemecah suara basis lawan politiknya. Namun beruntungnya, Andi Ical sebagai seorang calon yang tidak pernah diperhitungkan dalam Pikades tersebut justru memenangkan kontestasi dengan memperoleh suara tertinggi.

Kejadian yang menakjubkan itu merupakan sinyal kecintaan warga dan kualitas diri yang dimiliki seorang Ical. Setelah itu, Ical menyadari akan kemampuan dirinya dan ada harapan warga Padangloang di pundaknya. Atas dasar harapan itulah dirinya berusaha maksimal dalam mewujudkan cita pembangunan di desa tercinta nya itu.

Sebagai manusia, suka duka dalam memimpin Desa Padangloang sudah juga dirasakannya. Kurang lebih 3 tahun kepemimpinan Andi Ical, sosok lelaki panutannya berpulang, yakni ayahnya: Andi Rajamuddin Bin Andi Bintang pada tahun 2019.

Belum kering luka di dada, duka kembali menyayat hatinya. 2 Tahun pasca meninggal ayahnya, tepat di akhir masa periodenya yang pertama, Ibunda tercintanya, Hasna Bin H. Maddo juga berpulang pada tahun 2021.

Pasang surut semangat Ical telah kehilangan kedua motivatornya, namun sebagai seorang pemimpin tangguh, dirinya tidak boleh menunjukan kelemahan. Ia berusaha bangkit, dirinya mengingat amanah-amanah warga di atas pundaknya, itulah yang membuat dirinya tetap menyalah dari redupnya hati pasca kehilangan.

Semangat itu ditunjukkan kembali dalam kontestasi Pilkades 2022. Ia kembali memantapkan diri untuk bertarung melawan 4 penantang politiknya. Bukti dari kecintaan warga dan keberhasilannya dalam menata pemerintahan di masanya membuahkan hasil. Andi Ical membuat keempat penantangnya tak berkutik, dirinya kembali menjadi peraih suara tertinggi dalam pesta demokrasi itu.

Keberhasilan ke dua kalinya dalam Pilkades di Desa Padangloang merupakan tolak ukur publik, bahwa Andi Ical merupakan sosok yang dicintai oleh warga melalui kepemimpinan, kebijakan yang terarah dan profesionalismenya.

Pasang surut history pengalaman Andi Ical semoga menjadi inspirasi, bahwa cita-cita mulia harus terus tumbuh di setiap manusia. Meski takdir hidup telah ditentukan oleh Tuhan, namun menjadi penting bahwa menjadi seorang pemimpin harus memiliki tekad yang kuat. Begitulah Andi Muhammad Rizal dalam menjalani pasang surut dalam hidupnya, dari buruh pabrik hingga ke panggung politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *