SULENGKA, BULUKUMBA — Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, menantang para lulusan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 5 untuk berani melangkah menjadi wirausaha. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan harus mampu membuka jalan menuju kemandirian ekonomi, bukan sekadar menjadi bekal untuk melamar pekerjaan.
Pesan tersebut disampaikan Edy Manaf saat menutup Pelatihan Vokasi Nasional Batch 5 yang dirangkaikan dengan workshop kewirausahaan di Aula Kahayya, Lantai 4 Gedung Pinisi Bulukumba, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan itu mengusung tema “Mewujudkan Lulusan Vokasi yang Kompeten, Mandiri, dan Berjiwa Wirausaha”.
Dalam sambutannya, Edy Manaf berharap peserta mampu mengembangkan keterampilan sesuai bidang masing-masing hingga menjadi sumber penghasilan. Ia mencontohkan sejumlah peluang usaha yang dapat dirintis para lulusan, mulai dari jasa tata rias, salon kecantikan, bengkel otomotif, hingga bisnis kafe.
“Kita berharap lulusan ini nantinya dapat mengembangkan dirinya, sehingga ke depan ada yang sudah mampu membuka jasa makeup, salon kecantikan, bengkel, bahkan kafe. Inilah output yang diharapkan,” ujarnya.
Edy Manaf Ingatkan Kesuksesan Butuh Proses
Edy Manaf menekankan bahwa mengikuti pelatihan saja belum cukup untuk menjamin keberhasilan di dunia kerja maupun usaha. Para lulusan perlu terus meningkatkan kemampuan, menjaga ketekunan, dan membangun pola pikir yang mendorong kemandirian.
Ia mengingatkan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. Dibutuhkan kemauan untuk terus belajar, keberanian mengambil peluang, serta konsistensi dalam mengembangkan keterampilan yang telah dimiliki.
Selain kompetensi teknis, Wakil Bupati juga menyoroti etos kerja generasi muda. Ia berharap anak-anak daerah dapat meningkatkan produktivitas dan menunjukkan semangat kerja yang baik, baik ketika berkarier di luar Bulukumba maupun saat membangun masa depan di daerah sendiri.
Pada kesempatan itu, Edy Manaf mengapresiasi PD Pemuda Muhammadiyah Bulukumba yang telah berkolaborasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng dalam memfasilitasi program peningkatan keterampilan tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya menangani persoalan ketenagakerjaan melalui berbagai langkah yang mendukung peningkatan kompetensi dan kesempatan kerja masyarakat.
Pemuda Muhammadiyah Gelar Tiga Program Pelatihan
Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Bulukumba, Amran, menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Pemuda Muhammadiyah Bulukumba dan BPVP Bantaeng.
Kerja sama itu diwujudkan melalui tiga program pelatihan yang diselenggarakan di sejumlah kecamatan dengan bidang keterampilan berbeda.
Program tata rias dilaksanakan di Kecamatan Gantarang, pelatihan otomotif khusus sistem injeksi di Kecamatan Bontotiro, serta pelatihan barista di Kecamatan Kindang.
Menurut Amran, program tersebut dirancang untuk membekali generasi muda dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai modal memasuki dunia kerja maupun merintis usaha sendiri.
“Program ini hadir untuk memberdayakan generasi muda agar memiliki kompetensi dan berjiwa wirausaha,” katanya.
Ia berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan peluang ekonomi secara mandiri.
Rangkaian kegiatan ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Bulukumba, kemudian dilanjutkan dengan workshop kewirausahaan yang dibawakan oleh Andi Asniati, S.T., M.M., selaku Subkoordinator Bidang Pemberdayaan BPVP Bantaeng.
Melalui kegiatan ini, lulusan vokasi diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan siap kerja, tetapi juga keberanian untuk membangun usaha dan membuka peluang kerja bagi masyarakat di sekitarnya.
