SULENGKA.ID, SASTRA — Markas Besar (Mabes) Rumah Buku Bontonyeleng akan menggelar acara MAPPAKADECENG pada 18 April 2025 di Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Bulukumba. Acara ini dihelat untuk memperingati lima tahun perjalanan Rumah Buku dalam menjaga semangat literasi.

Ketua Panitia, Muh. Alif Dermawan mengatakan, perjalanan lima tahun ini juga merupakan pencapaian yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. MAPPAKADECENG, yang berarti “memperbaiki”, menjadi simbol refleksi dan upaya terus-menerus untuk menata serta mengembangkan gerakan literasi.

Di katakan Alif, pemuda mesti memiliki pilihan dan menentukan arah geraknya. “Menjaga literasi seperti masyarakat Suku Kajang melestarikan alam dan budaya. Konsistensi adalah kunci keberlanjutan. Selama literasi ada, api perjuangan akan terus menyala,” ujarnya, Minggu (30/3/2025).

Sementara itu, Koordinator acara, Musakkir Basri menjelaskan, Rumah Buku lahir dari semangat masyarakat desa yang ingin berkembang dan berbagi kebaikan. Menurutnya, meskipun baru berusia lima tahun, semangat yang di bangun setara dengan perjuangan selama setengah abad. Ia menambahkan, Rumah Buku menjadi saksi perjalanan dari masa lalu yang kelam menuju kesadaran kolektif pemuda dalam membangun desa.

Bertajuk “Setengah Abad Rumah Buku” di pilih bukan dalam arti harfiah, tetapi sebagai simbol keberlanjutan gerakan literasi. “Setengah abad berarti setengah abadi, melambangkan perjuangan yang terus menyala,” kata Musakkir.

Acara ini akan menghadirkan berbagai kegiatan, antara lain Pameran Arsip dan Dokumentasi, Workshop Zine dan Gelar Zine, Diskusi Zine (Duduk Demokrasi), Pasar Militan Dirgahayu, Lapak Baca Gratis, Mural Perjalanan, dan Open Mic.

“Jangan lupa membawa huruf ‘i’ untuk melengkapi rasa penasaran dari _artwork_ kami. Mari bersama menjadi abadi dalam literasi,” tandas Musakkir.

Acara ini di dukung oleh sejumlah komunitas dan lembaga, di antaranya Book Merch, Mubin Institute, Siring Bambu, Rumko, Aa Solutions, SSB Batugarumbing, Mammiri Silele, The Panas Dingin, The Cruzh, Rosalia Merch, Anu Gratis, Perkumpulan Penulis SATUPENA Sulsel, Studio Dua Tellue, dan Nusantara Insight.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *