POLITIK, SULENGKA.ID – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menggiatkan proses kaderisasi secara terstruktur melalui pembentukan Lembaga Kaderisasi Provinsi (LKP) dan Lembaga Kaderisasi Kabupaten/Kota (LKK) di seluruh DPC PKB se-Sulsel.

DPW PKB Sulsel resmi menunjuk Nasra Hasse sebagai Ketua LKP melalui Surat Keputusan Nomor: 833/DPW-37/01/V/2025 tertanggal 12 Mei 2025.

Nasra akan memimpin proses rekrutmen dan pembinaan kader muda PKB, yang menyasar usia 17 hingga 35 tahun, dengan target pelaksanaan hingga akhir tahun ini.

Azhar Arsyad: Penunjukan Nasra Telah Sesuai Mekanisme

Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad, menegaskan bahwa penunjukan Nasra telah melalui mekanisme internal yang sesuai. Ia menyebut Nasra sebagai figur berpengalaman dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui perannya sebagai koordinator pendamping desa.

“Beliau memang orang baru di struktur, tapi merupakan ‘stok lama’ yang telah lama bersentuhan dengan dunia kaderisasi dan nilai-nilai PKB. Ini bagian dari strategi besar kita dalam menyambut perhelatan politik ke depan,” kata Azhar, Selasa (20/5/2025).

Lebih jauh, Azhar menekankan bahwa kaderisasi ini tidak semata menjalankan instruksi partai pusat, tetapi juga mengedepankan pendekatan yang relevan dengan kondisi sosio-kultural Sulawesi Selatan.

“Materi idiologisasi bukan hanya soal Aswaja dan NU, tetapi juga merespons nilai-nilai budaya Sulsel. Kita butuh pendekatan yang khas dan kontekstual,” ujarnya.

DPW PKB Sulsel Akan Menggelar TOI

Sebelum proses rekrutmen dimulai di tingkat kabupaten/kota, DPW PKB akan menggelar pelatihan bagi para instruktur kaderisasi melalui program Training of Instructors (TOI). Pelatihan ini diharapkan tidak hanya mencetak pelatih berkualitas, tetapi juga memperkuat struktur idiologisasi di level pengurus DPC.

“PKB adalah partai kader. Jika kita diam, kita akan kehilangan momen. Pemilu saat ini datang tiap lima tahun, bukan setiap tahun lagi. Jadi, penguatan infrastruktur partai adalah kunci,” tegas Azhar, yang juga mantan Anggota DPRD Sulsel periode 2019–2024.

Ia menambahkan bahwa selain infrastruktur, faktor elektabilitas calon legislatif tetap penting. Namun, infrastruktur yang kokoh tetap menjadi syarat utama untuk meraih kemenangan.

“Pengkaderan ini juga menjadi bentuk keterbukaan PKB kepada publik untuk bergabung dan ikut berkontribusi. Saya harap amanah ini dijalankan dengan sungguh-sungguh,” pungkas Azhar.

Nasra Telah Membentuk 8 Zona Penanggung Jawab Pembentukan LKK Tingkat DPC

Sementara itu, Ketua LKP PKB Sulsel, Nasra Hasse, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk delapan zona sebagai penanggung jawab dalam menyelesaikan proses pembentukan SK LKK di tingkat DPC.

“Ini merupakan langkah awal dan perdana dari LKP. Kami menargetkan agar seluruh DPC segera merampungkan pembentukan LKK sebagai bagian dari pemanasan mesin partai menuju 2029,” ujar Nasra usai memimpin rapat perdana di Kantor DPW PKB Sulsel, Senin (19/5/2025).

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris DPW PKB Sulsel Muhammad Haekal, Anggota DPRD Sulsel Andi Muh Anwar Purnomo, unsur Perempuan Bangsa, serta jajaran pengurus DPW lainnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *