MARDESA,SULENGKA.ID – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Seppang, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, menggelar Sosialisasi Pola Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Kegiatan ini merupakan upaya strategis dalam menekan angka stunting di wilayah tersebut.

Sosialisasi yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan ini telah berlangsung sejak Jumat, 27 Mei 2025, dan masih berlanjut hingga Rabu, 3 Juli 2025. Berbagai rangkaian kegiatan edukatif terus digelar di beberapa dusun di Desa Seppang.

Ketua PKK Desa Seppang, Hamsinah, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi respons atas meningkatnya angka stunting di desa tersebut sepanjang tahun 2024.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pola konsumsi B2SA, sekaligus mengajak masyarakat untuk hidup sehat melalui pemilihan dan pengolahan bahan pangan yang bernutrisi untuk keluarga. Harapannya, angka stunting di Desa Seppang dapat ditekan,” ujar Hamsinah.

Bantuan dari Badan Pangan Nasional

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba. Kepala Bidang Distribusi Pangan, Andi Silvia, menyebutkan bahwa kegiatan ini didanai oleh bantuan dari Badan Pangan Nasional, dengan fokus pada dua lokus stunting di Bulukumba, yaitu Desa Seppang (Kecamatan Ujung Loe) dan Desa Bulolohe (Kecamatan Rilau Ale).

“Masing-masing desa mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp30 juta untuk mendukung kegiatan sosialisasi B2SA dan bimbingan teknis pengolahan pangan lokal,” jelas Silvia.

Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong perubahan pola pikir masyarakat dalam menjalani gaya hidup sehat melalui konsumsi pangan yang beragam dan bergizi, dengan memanfaatkan potensi pangan lokal dan lahan pekarangan.

“Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di tingkat desa,” tambahnya.

Silvia juga menjelaskan bahwa keberadaan Rumah Pangan B2SA memiliki dua tujuan utama: pertama, untuk menyosialisasikan dan mengimplementasikan pola konsumsi pangan B2SA guna meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat; kedua, untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal sebagai penunjang ketahanan pangan desa.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pihak, antara lain perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba, Ketua Pokja 3 PKK Kabupaten Bulukumba, kader Posyandu, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta warga Desa Seppang secara umum. **

Penulis: Apris Munandar | Editor: Hendra Wiranto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *