SULENGKA.ID, SINJAI — Peran koperasi di Kabupaten Sinjai terus menunjukkan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat. Data Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Sinjai mencatat, hingga Desember 2024 terdapat 143 koperasi aktif yang berkontribusi pada perputaran ekonomi lokal dengan total omzet mencapai Rp59 miliar.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Sinjai, H. Ramlan Hamid, menyebutkan bahwa capaian tersebut membuktikan koperasi tetap menjadi ruang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan anggota.
Menurutnya, koperasi kini tidak lagi sekadar tempat menghimpun simpanan atau menambah jumlah anggota. Mengacu pada UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, arah pengembangan koperasi difokuskan pada penguatan ekonomi dari level terbawah.
Ramlan menambahkan, kebijakan strategis pemerintah pusat pada 2025 yang mendorong pembentukan Koperasi Merah Putih di setiap desa dan kelurahan membuka peluang baru bagi penguatan ekonomi komunitas.
Ia berharap koperasi-koperasi yang telah lebih dulu beroperasi dapat menjadi rujukan bagi pengembangan koperasi baru, baik dari aspek manajemen maupun inovasi usaha.
“Jika koperasi di desa semakin aktif dan solid, maka fondasi ekonomi masyarakat ikut menguat. Dampaknya bisa langsung dirasakan oleh warga,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Sinjai menilai langkah ini akan membuka ruang kolaborasi ekonomi yang lebih luas, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat hingga tingkat desa.
