Upaya penyelamatan lingkungan terus di lakukan oleh warga Batukaropa Kecamatan Rilauale Kabupaten Bulukumba. Aktivitas penambangan yang di lakukan PT. Cahaya Purnama di anggap mengancam keberlangsungan pertanian dan akses air bersih warga. Senin, 5 Juni 2023.
Kedatangan warga di Mapolres Bulukumba itu merupakan tindak lanjut dari aksi yang di lakukan warga di Mapolda Sulsel pada Rabu, 31 Mei 2023 lalu.
Warga Desa Batukaropa meminta ketegasan Polres Bulukumba untuk menutup permanen aktivitas tambang yang di lakukan PT. Cahaya Purnama di sungai Balantieng, tepatnya di Desa Batukaropa dan Desa Bulolohe Kecamatan Rilauale.
Berbagai upaya penolakan warga telah di lakukan. Mulai dari aksi unjuk rasa berulangkali di DPRD Kabupaten Bulukumba hingga berujung RDP (Rapat Dengar Pendapat), Pemboikotan wilayah pertambangan di Desa Batukaropa bahkan aksi demonstrasi di Polda Sulsel juga telah di lakukan.
Namun warga yang mengatas namakan dirinya Masyarakat Batukaropa Bersatu belum juga mendapatkan hasil maksimal, mereka menilai belum ada penindakan tegas dari pihak berwenang untuk menutup secara permanen aktivitas dugaan pertambangan ilegal itu.
Koordinator Masyarakat Batukaropa Bersatu, H. Muhamamad Yunus, saat di temui di halaman Mapolres Bulukumba oleh awak media mengatakan bahwa, Kapolres Bulukumba belum bisa melakukan tindakan penutupan karena katanya, menurut Kapolres, saat ini pihak penambang tidak beroperasi.
“Memang saat ini tidak beroperasi, tapi sebelum-sebelumnya mereka menambang,” Kata H. Yunus menjelaskan hasil pertemuannya dengan Kapolres Bulukumba.
H. Yunus berharap aktivitas pertambangan di Desannya itu di berhentikan secara permanen. Pihaknya bahkan pernah mendapati pihak PT. Cahaya Purnama mengangkut material sungai (Pasir) di Bantaran Sungai Balantieng.
“Saat itu saya bersama bapak Kapolsek Rilau Ale turun di belantaran sungai, saya dapati dan saya bilang, itu pasir kita angkut semuami karena terlanjur mobilmu sudah ada berjejer,” Kata H. Yunus menceritakan saat mendapati penambang di wilayahnya itu.
“Itu, sekitar dua puluhan mobil berjejer,” tambahnya.
Upaya Lain Selamatkan Lingkungan
Usai menemui Kapolres Bulukumba, H. Yunus mengatakan, pihaknya juga akan bertemu dengan Bapak Bupati Bulukumba. Supaya warga menemukan jalan penyelamatan lingkungan di Desanya. Bahkan dalam waktu dekat ini, masyarakat Batukaropa Bersatu bakal melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Pemprov Gubernur Sulsel.
Saat di konfirmasi Kapolres Bulukumba, AKBP Ardiyansyah belum bisa menjelaskan terlalu jauh via whatsappnya
“Ke kantor, nanti saya jelaskan mas,” singkatnya pada awak media.
Tak hanya itu, Masyarakat Batukaropa melalui tokoh pemuda, Muhammad Rijal mengaku akan menyuarakan aspirasi warga Batukaropa sampai ke Mabes Polri.
“Rencananya, kedepan kami akan menggelar aksi di Polri terkait penolakan tambang di belantaran sungai Balantieng di Desa Batukaropa,” tegasnya. (*)
