SULENGKA. ID, NEWS — Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng bersama Sinar Maraja Bulukumba resmi menutup Pelatihan Project Based Learning (PBL) Batch 2 dalam Program Optimalisasi Pemasaran Melalui Media Sosial Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi digital para peserta agar mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran yang efektif.
Ketua Panitia Sinar Maraja Bulukumba, Aprisal, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan. Menurutnya, program kolaborasi ini memberikan manfaat besar bagi peserta dalam meningkatkan keterampilan di bidang pemasaran digital.
Sementara itu, Pimpinan Yayasan Ponpes As’adiyah Mabbarakka, Andi Armayadi berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut dengan kembali dibukanya pelatihan serupa di masa mendatang.
“Kami meminta agar pelatihan seperti ini kembali dibuka. Kehadiran BPVP Bantaeng di sini menjadi berkah dan membawa manfaat bagi kita semua,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPVP Bantaeng,Arsad menegaskan pentingnya mencetak santri yang tidak hanya memiliki bekal ilmu agama, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi dan dunia kerja.
“Santri harus menguasai ilmu agama sekaligus memiliki keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Kita ingin melahirkan santri yang multitalenta kedepannya,” katanya.
Prosesi penutupan berlangsung penuh semangat. Seluruh peserta pelatihan bersama para santri mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias sebagai penanda berakhirnya Pelatihan Project Based Learning (PBL) Batch 2. Diharapkan, ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan untuk mendukung pengembangan usaha, promosi produk, serta meningkatkan daya saing di era digital.
Selalin itu, kegiatan ini juga di rangkai kan penandatanganan MoU antara BPVP Bantaeng dengan beberapa pesantren di Kabupaten Bulukumba, dalam rangka pelaksanaan pelatihan.
