CEO Bulukumba Sportindo Management, Saiful Alief Subarkah (SAS), menyebut keikutsertaan ini bukan sekadar partisipasi, melainkan langkah penting dalam proses pembinaan pemain muda.
“Ini momentum bagi anak-anak kita untuk merasakan atmosfer internasional. Mereka tidak hanya bertanding, tapi juga belajar dan mengukur kemampuan,” ujarnya.
Bali 7s memang dirancang lebih dari sekadar kompetisi. Ajang ini menjadi ruang belajar terbuka. Pemain muda berhadapan langsung dengan gaya bermain berbeda, kultur sepak bola yang beragam, hingga tekanan pertandingan level internasional.
Di sisi lain, turnamen ini juga menjadi etalase bakat. Pencari bakat dan pelatih turut memantau jalannya kompetisi, membuka peluang bagi pemain potensial untuk melangkah lebih jauh.
Dengan konsep festival keluarga dan dorongan sport tourism, Bali 7s menghadirkan wajah lain sepak bola: kompetitif, edukatif, sekaligus meriah.
