OLAHRAGA, SULENGKA.ID – Kompetisi Liga Pelajar Indonesia (LPI) Tahun 2025 Zona Wilayah V Sulawesi Selatan resmi menuntaskan babak penyisihan grup.

Sebanyak 28 tim dari SMA/SMK sederajat asal Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai ikut ambil bagian dalam turnamen ini dengan format setengah kompetisi untuk menentukan 16 tim terbaik menuju babak knock out.

Babak penyisihan yang berlangsung sejak 1–14 September 2025 itu mempertemukan 28 kontestan dalam delapan grup. Hasilnya, delapan tim keluar sebagai juara grup dan delapan lainnya finis di posisi runner up.

Juara Grup:

Grup A: SMAN 7 Sinjai

Grup B: SMAN 1 Bulukumba

Grup C: SMAN 5

Grup D: SMAN 10

Grup E: SMAN 3

Grup F: SMAN 4 Sinjai

Grup G: MA Shohibul Ilmi

Grup H: SMKN 1

Runner Up Grup:

Grup A: SMKN 8

Grup B: SMAN 8

Grup C: SMAN 2

Grup D: SMAN 9

Grup E: SMAN 4

Grup F: SMAN 18

Grup G: SMKN 4

Grup H: SMAN 6

Pesan CEO Bulukumba Sportindo Managemen

Ketua Steering Committee LPI sekaligus CEO Bulukumba Sportindo Managemen, Saiful Alief Subarkah, dalam keterangan pers Minggu (14/9/2025) menyampaikan bahwa 16 tim tersebut akan melakoni laga sistem gugur untuk memperebutkan tiket ke babak 8 besar. Babak 16 besar dijadwalkan berlangsung mulai Senin, 15 September 2025.

“Menuju babak knock out, panitia akan melakukan screening ulang terhadap seluruh tim. Proses ini mencakup verifikasi administrasi dan profil pemain untuk memastikan kompetisi berjalan lancar dan menjunjung tinggi sportivitas,” ungkap Saiful Subarkah.

Menurutnya, tim screening terdiri dari perwakilan panitia, brand official LPI, dan pengawas pertandingan. Para official tim diwajibkan menunjukkan dokumen sah terkait pemain, sebagai bentuk ketegasan panitia menjaga integritas kompetisi.

Saiful Subarkah Apresiasi Media Partner

Di akhir, Saiful Subarkah juga menyampaikan apresiasi kepada official media partner yang konsisten mendukung jalannya kompetisi dengan publikasi di setiap fase pertandingan.

“Media punya peran penting menjaga semangat kompetisi, karena olahraga pelajar bukan sekadar soal menang dan kalah, tetapi juga soal pembinaan dan sportivitas,” pungkasnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *