DAERAH, SULENGKA.ID – Keluarga pasien mengeluhkan kondisi ruang perawatan Seruni di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Daeng Radja, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Kloset Bocor Merembes Keruangan Perawatan Pasien
Ruang perawatan tersebut dilaporkan berbau tidak sedap, akibat rembesan air dari kamar kecil yang masuk ke dalam ruang perawatan. Diketahui, air tersebut berasal dari kloset yang bocor.
Salah satu keluarga pasien, A. Sudarman, menyatakan bahwa kondisi ruangan sangat memprihatinkan dan tidak layak digunakan sebagai ruang perawatan.
“Kasihan ini keluarga, orang sakit harusnya berada di ruangan yang baik tapi kalau dilihat ini tempat sangat tidak layak untuk orang sakit,” kata dia, kamis (24/04/25).
Sudarman menambahkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung lama, tanpa adanya perhatian dari pihak rumah sakit. “Tak hanya bau yang menyengat, plafon juga bocor,” bebernya.
“Ini keluarga saya sudah tiga hari dirawat disini, dan kondisinya sudah begini dari awal masuk,” tambahnya.
Ia berharap pihak RSUD Bulukumba dapat memberikan pelayanan medis yang sesuai dengan standar, terutama dalam hal fasilitas dan kebersihan ruangan, agar dapat memberikan lingkungan yang nyaman bagi pasien.
“Apalagi rumah sakit ini berstatus akreditasi B, namun kondisi tidak mencerminkan,” kata Sudarman.
Direktur RSUD Sultan Daeng Radja: Ruangan Tersebut Sudah Tidak Digunakan lagi !
Sementara Direktur RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba, dr. H. Rizal Ridwan Dappi, mengatakan bahwa ruangan tersebut memang tidak difungsikan sementara waktu.
“Maaf ini ruangam tdk di.pake dulu utk sementara waktu krn rencana bulan mei akan di renovasi total..,” Tulisnya melalui pesan WhatsApp.
Pernyataan Direktur RSUD itu terbantahkan. Pasalnya, pasien dari keluarga Sudarman itu dirawat diruangan itu.
“Kenapa pale nenek ku disimpan (dirawat) disini,” kesal Sudarman.
Lalu Mengapa Pasien Dirawat Diruangan Itu ?
Pernyataan itu membuat Sudarman kecewa, sebab neneknya di rawat pada tempat yang di klaim direktur Rumah Sakit tidak digunakan lagi. “artinya nenek ku ini di tempatkan di perawatan rusak,” kata dia.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui pasti, mengapa pasien dari keluarga Sudarman itu di rawat di ruangan tersebut. Sementara Direktur RSUD Bulukumba mengatakan ruangan itu sudah tidak digunakan lagi.
RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba Adalah Rumah Sakit Rujukan dari 3 Kabupaten
Kondisi ini menambah daftar panjang permasalahan yang dihadapi RSUD Sultan Daeng Radja. Sebelumnya, pada Maret 2024, plafon ruang High Care Unit (HCU) Anak di rumah sakit ini roboh, menimpa pasien dan menimbulkan kepanikan di antara keluarga dan petugas medis.
Diketahui, RSUD Sultan Daeng Radja merupakan rumah sakit rujukan dari tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Selayar. Rumah Sakit ini juga menjadi salah satu Rumah Sakit yang pernah dikunjungi Presiden Joko Widodo pada Juli 2024 lalu. (***)

