SULENGKA.ID, KESEHATAN — Aktivitas penjualan takjil di Kabupaten Bulukumba semakin ramai menjelang waktu berbuka puasa. Beragam makanan dan minuman di jajakan pedagang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mencari hidangan berbuka selama bulan Ramadan.
Untuk memastikan keamanan makanan yang beredar, Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba menggandeng Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pemeriksaan keamanan pangan di kawasan Ramadan Chill and Culinary (RCC), Kamis (12/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil sejumlah sampel makanan dan minuman dari pedagang, di antaranya donat, sagu mutiara, puding, es buah, bakso, hingga mie goreng. Tim kemudian memeriksa sampel tersebut menggunakan alat uji cepat guna mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya.
Pengujian difokuskan pada beberapa zat yang kerap disalahgunakan dalam pengolahan makanan, seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan methanil yellow.
Penggunaan Bahan Pangan Aman
Selain melakukan pengujian, tim Dinas Kesehatan melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) bersama BPOM juga memberikan edukasi kepada pedagang. Tentang pentingnya menjaga kebersihan, menggunakan bahan pangan yang aman, serta menerapkan proses pengolahan makanan yang higienis.
Petugas juga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat membeli takjil. Warga diimbau memperhatikan warna makanan yang terlalu mencolok, aroma yang tidak wajar, serta kebersihan tempat penjualan dan penyajian makanan.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Bulukumba, Faizal Johar Pasmar, mengatakan kegiatan pengawasan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pedagang tentang pentingnya keamanan pangan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan pedagang menggunakan bahan pangan yang aman dan mengolah makanan secara higienis, sehingga masyarakat dapat menikmati takjil dengan aman dan sehat saat berbuka puasa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, dr. H. Muhammad Amrullah, menjelaskan bahwa pemeriksaan keamanan takjil merupakan kegiatan rutin yang di lakukan setiap tahun selama Ramadan.
Menurutnya, pengawasan ini menjadi langkah penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam mengonsumsi makanan berbuka puasa.
“Dengan adanya pengawasan ini, masyarakat di harapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang karena makanan yang mereka konsumsi telah melalui proses pemeriksaan keamanan pangan,” pungkasnya.
