Menurutnya, pelatihan ini dirancang untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai keberkahan, kebermanfaatan sosial, dan kemandirian. Tema “berdaulat” mencerminkan tekad untuk tidak bergantung, “berdampak” berarti memberi manfaat luas, dan “berkah” menjadi landasan spiritual dalam setiap aktivitas usaha.
Peserta yang mayoritas merupakan santriwati mendapatkan materi mulai dari dasar-dasar kewirausahaan, pengelolaan usaha kecil, hingga strategi pemasaran yang adaptif di era digital. Dengan demikian, diharapkan mereka mampu menciptakan peluang usaha mandiri sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi keluarga dan masyarakat.
Selain pelatihan, rangkaian Harlah juga diisi dengan kegiatan ziarah ke makam para muassis (pendiri) sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan tokoh perempuan NU terdahulu. Kegiatan ini menjadi simbol kesinambungan antara nilai tradisi dan inovasi yang terus dijaga oleh Fatayat NU.
Melalui kegiatan ini, Fatayat NU Bulukumba berkomitmen untuk terus hadir sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya bergerak di bidang sosial dan keagamaan, tetapi juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi umat, khususnya generasi muda perempuan berbasis pesantren. (*)
