SULENGKA.ID, PERTANIAN — Pemupukan yang tepat dan terjadwal sangat penting untuk memastikan tanaman padi tumbuh dengan optimal dan menghasilkan panen yang maksimal. 

Dengan mengikuti fase-fase pemupukan yang di sarankan, petani dapat memberikan nutrisi yang di butuhkan oleh tanaman padi pada setiap tahap pertumbuhannya, dari awal pertumbuhan hingga pematangan bulir. Perawatan yang cermat dan konsisten akan memberikan hasil yang memuaskan dan mendukung keberlanjutan produktivitas lahan.

Lalu bagaimana pemupukan yang tepat pada tanaman padi? 

Pemupukan merupakan salah satu langkah krusial dalam budidaya padi untuk memastikan tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup dan tepat waktu. Nutrisi yang optimal membantu tanaman padi tumbuh dengan baik, menghasilkan bulir yang penuh, dan meningkatkan produktivitas. 

Kali ini kita akan membahas fase-fase penting dalam pemupukan tanaman padi, mulai dari masa persiapan lahan hingga tahap pematangan.

Fase Persiapan Lahan (Pra-Tanam)

Pada fase ini, pemupukan bertujuan untuk memperbaiki kesuburan tanah sebelum penanaman benih padi. 

Sebelum tanam, tambahkan pupuk kandang atau kompos yang telah matang ke lahan sawah. Pupuk organik ini membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, dan menyediakan nutrisi dasar bagi tanaman.

Jika pH tanah cenderung asam, tambahkan kapur dolomit untuk menetralkan keasaman tanah dan meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman padi. Aplikasi dolomit sebaiknya di lakukan 2-3 minggu sebelum penanaman.

Fase Perkecambahan dan Awal Pertumbuhan (0-14 HST)

Pemupukan pada fase ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan awal tanaman padi, terutama perkembangan akar dan tunas. Pemupukan yang di anjurkan:

Aplikasikan pupuk NPK dengan perbandingan 15-15-15 atau 16-16-16 sebanyak 50-75 kg per hektar. Pupuk ini memberikan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang seimbang untuk mendukung pertumbuhan awal.

Tambahkan urea untuk menyediakan nitrogen yang di perlukan dalam pembentukan klorofil dan daun. Dosis yang di sarankan adalah 50-100 kg per hektar, tergantung pada kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.

Fase Anakan Maksimum (14-40 HST)

Pada fase ini, tanaman padi membentuk anakan, yang menentukan jumlah bulir padi per rumpun. Pemupukan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan jumlah dan kualitas anakan:

Pada Pemupukan Susulan 1, Aplikasikan pupuk urea atau ZA (Amonium Sulfat) untuk memberikan nitrogen tambahan, yang penting untuk pembentukan anakan. Dosis urea yang di anjurkan adalah 100-150 kg per hektar.

Tambahkan pupuk fosfat (SP-36) sebanyak 50 kg per hektar untuk mendukung pengembangan sistem perakaran yang kuat dan mendorong pembentukan anakan yang optimal.

Fase Pembentukan Malai (40-55 HST)

Pada fase ini, tanaman padi mulai membentuk malai, yang akan menjadi tempat berkembangnya bulir padi. Pemupukan pada fase ini bertujuan untuk mendukung pembentukan malai yang penuh dan sehat:

Pada Pemupukan Susulan 2,  Aplikasikan pupuk NPK dengan perbandingan 12-12-17 atau 15-15-15 sebanyak 50-75 kg per hektar untuk menyediakan nutrisi yang seimbang selama pembentukan malai.

Tambahkan pupuk KCL (Kalium Klorida) sebanyak 50 kg per hektar untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit serta meningkatkan kualitas bulir padi.

Fase Pematangan (55-75 HST)

Pada fase ini, pemupukan bertujuan untuk memastikan bulir padi matang dengan sempurna dan menghindari kehilangan hasil panen akibat bulir yang hampa atau kosong:

Pupuk KCL atau ZK, Aplikasikan pupuk kalium (KCL atau ZK) sebanyak 50 kg per hektar untuk mendukung pematangan bulir padi dan meningkatkan kualitas hasil panen.

Pupuk Mikro, Pada tahap ini, penggunaan pupuk mikro seperti boron atau seng (Zn) dapat membantu dalam mengoptimalkan kualitas bulir dan mencegah defisiensi nutrisi mikro yang penting untuk pematangan.

Fase Pasca Panen

Setelah panen, tanah sering kali kehilangan sebagian besar nutrisi akibat penyerapan oleh tanaman padi. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemupukan ulang pada lahan sebelum memulai siklus penanaman berikutnya:

Pertimbangkan untuk mengembalikan sisa jerami ke lahan sebagai pupuk hijau atau kompos. Ini membantu mengembalikan sebagian nutrisi yang telah diserap oleh tanaman padi ke dalam tanah.

Aplikasikan kembali pupuk organik untuk memperbaiki struktur tanah dan memastikan tanah tetap subur untuk musim tanam berikutnya.

Nah itulah fase pemupukan yang harus di tempuh dalam pemupukan tanaman padi, untuk mendapatkan hasil panen maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *