Penulis : Hendra Wiranto

SOSOK,SULENGKA.ID – Setelah puluhan tahun mengabdi di daerah yang berjuluk “Butta Panrita Lopi”, Iptu Muhammad Ali kembali ke Polres Bulukumba dengan tanggung jawab yang lebih besar. Per 25 Maret 2025, ia resmi menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bulukumba, menggantikan AKP Aris Satrio Sujatmiko.

Nama Muhammad Ali memang sudah lama melekat di Polres Bulukumba. Pria kelahiran Bone, 18 September 1979 ini, adalah sosok yang tak asing bagi personel kepolisian maupun masyarakat. Ia memulai pengabdian di Bulukumba sejak tahun 2000, setelah lulus Bintara Polri tahun 1999.

Jejak Karir Muhammad Ali

Selama 22 tahun bertugas di Polres Bulukumba, ia telah berhasil menangani berbagai kasus kriminal hingga perkara tindak pidana korupsi. Muhammad Ali bukan hanya dikenal sebagai penyidik ulung, tapi juga pemimpin yang tenang dan berdedikasi.

Dalam perjalanan kariernya, ia sempat menjabat Kanit Tipikor Satreskrim Polres Bulukumba selama delapan tahun. Berbagai kasus besar berhasil ia ungkap, mulai dari korupsi pengadaan kapal nelayan, hingga dugaan penyelewengan dana di Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

Tahun 2022, ia ditugaskan menjadi Kapolsek Ulu Ere Polres Kabupaten Bantaeng, lalu dipercaya mengemban tugas sebagai Panit di Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel (2023–2024), dan kemudian Panit di Ditreskrimsus Polda Sulsel hingga Maret 2025.

Kini, setelah menjalani sejumlah penugasan di luar daerah, ia kembali ke tempat di mana ia tumbuh sebagai penyidik. Kembali ke Bulukumba, kembali ke “rumah” yang selama ini ia jaga.

Baru Menjabat, Muhammad Ali Tancap Gas Tangkap Pelaku Kejahatan

Baru beberapa bulan menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali langsung menunjukkan hasil kerja nyata.

Dalam Operasi Pekat Lipu 2025 yang digelar selama 21 hari, Polres Bulukumba di bawah koordinasinya berhasil mengamankan 30 pelaku kejahatan. Mereka (Pelaku) terlibat dalam berbagai kasus, mulai dari penipuan, pencurian, penganiayaan, hingga premanisme.

Menariknya, dari total pelaku tersebut, 21 diantaranya diselesaikan melalui pendekatan hukum restorative justice, penegakan yang mengedepankan pemulihan hubungan sosial (Humanis), sesuai prinsip keadilan restoratif.  Sementara itu, 9 pelaku lainnya diproses hukum, karena sifat perkaranya yang berat atau tidak memungkinkan untuk dilakukan pendekatan restoratif.

Benar, Iptu Muhammad Ali pantas disebut sebagai sosok Polisi yang profesional dan humanis

Salah satu kasus menonjol yang terungkap dalam operasi (Pekat lipu 2025) tersebut adalah pengungkapan pelaku pencurian ternak (Curnak) kuda. Dalam kasus ini, penyidik menetapkan empat orang sebagai tersangka, menandai keseriusan tim Satreskrim dalam menindak pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat Bulukumba.

Dekat dengan Medan, Dekat dengan Masyarakat

Kembali ke Bulukumba seperti pulang kampung bagi Muhammad Ali. Pengalaman panjangnya di wilayah ini membuatnya memahami dinamika lokal, kultur masyarakat, hingga pola-pola kriminalitas yang terjadi.

Karakter yang tenang, tidak banyak bicara, namun tegas dalam tindakan membuatnya disegani, baik oleh rekan sejawat maupun masyarakat.

Kini, harapan masyarakat Bulukumba kembali bertumpu pada sosok ini. Dengan kepemimpinan yang mengedepankan profesionalitas, pendekatan humanis, serta komitmen pada penegakan hukum, Iptu Muhammad Ali diyakini mampu membawa Satreskrim Polres Bulukumba bekerja lebih efektif dan dipercaya publik. (*)