SULENGKA.ID, PERTANIAN — Jadam merupakan konsep pertanian alami yang di ciptakan oleh Youngsang Cho. Nama Jadam itu sendiri merupakan kependekan dari tiga kata Korea, yaitu: “JAyonul DAmun SaraMdul ”, artinya: Orang yang Mengikuti cara kerja alam.” Jadi, pertanian organik pola Jadam berarti pola pertanian yang mengikuti cara kerja alam.
Pola pertanian ini sudah banyak ditiru oleh petani yang menggeluti pola pertanian alami. Termasuk di Indonesia konsep pertanian jenis ini sudah mulai di terapkan di lahan pertanian milik warga. Lalu bagaimana awal mula terciptanya konsep pertanian alami Jadam?
Pendiri Jadam, Youngsang Cho berpendapat bahwa apa yang ada atau di siapkan alam, “tidak ada yang baik, tidak ada yang buruk”. Kebaikan dan keburukan adalah satu (Bahasa filosofis). Ini berarti bahwa baik dan buruk bergantung pada takaran.
Dia mencontohkan bahwa ketika kita mendengar kata racun, narkoba, dan lain lain. Pikiran secara spontan menghubungkannya dengan keburukan, bahaya, dan sebagainya. Namun menurutnya, dalam takaran tertentu (kecil), racun justru bermanfaat untuk mematikan sel-sel kanker dan meningkatkan ketahanan sel-sel normal dan dalam takaran tertentu pula narkoba (obat bius) bermanfaat untuk menghilangkan rasa sakit, sehingga di gunakan saat membedah pasien.
Sebaliknya, Kata dia, ketika kita mendengar kata susu, keju, daging, atau nutrisi lainnya, pikiran serta merta menghubungkannya dengan kebaikan, enak, sehat, bermanfaat, dan sebagainya. Namun menurut dia, dalam takaran yang berlebihan misalkan, orang minum 10 gelas sehari justru mematikan. Jadi, baik buruk bergantung pada takaran.
Sekadar di ketahui, JADAM merupakan lembaga pertanian organik di Korea Selatan yang berkembang sejak tahun 1989. Lembaga ini merupakan salah satu lembaga yang selalu mengampanyekan isu yang mengatakan bahwa pertanian itu gampang, murah namun menghasilkan produk yang berlimpah bahkan melebihi pola pertanian konvensional dan agrokimia.
