Penulis : Hendra Wiranto

DAERAH, BULUKUMBA Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus dan koalisi ‘1 September’ menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Bulukumba, Senin (1/9/2025).

Aksi yang mereka sebut sebagai “Gerakan 1 September” ini merupakan bagian dari gelombang konsolidasi mahasiswa di berbagai daerah yang menyoroti isu-isu nasional.

Dalam orasinya, ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Renaldi Amir, meminta pemerintah dan DPR RI untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset sebagai langkah pemberantasan korupsi.

Selain itu, mereka juga menolak wacana kenaikan pajak yang dinilai semakin membebani masyarakat kecil.

“Pemerintah seharusnya hadir dengan kebijakan yang berpihak pada rakyat, bukan justru menekan dengan beban pajak baru,” tegas Renaldi dalam orasinya.

Tidak hanya itu, massa juga menyuarakan pengusutan tuntas kasus kematian Affan, seorang driver ojek online, yang tewas usai dilindas mobil baracuda polisi saat aksi demonstrasi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Hingga berita ini diterbitkan, aksi demonstrasi masih terus berlanjut di depan Kantor DPRD Bulukumba, dan di sepanjang jalan poros Bulukumba-bantaeng, tepatnya di depan Mesjid Islamic Center Dato Tiro Kabupaten Bulukumba.**