‎Selain itu, masyarakat juga diberikan berbagai media edukasi berupa booklet panduan, alat fisioterapi, dan video panduan latihan mandiri yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Kegiatan penyuluhan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para lansia bersama anggota keluarga memperoleh pemahaman mengenai tanda dan gejala osteoartritis, faktor risiko yang dapat dikendalikan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

‎Sementara itu, pelatihan fisioterapi dan senam kesehatan lutut menjadi salah satu kegiatan yang paling diminati peserta. Latihan tersebut dinilai mampu membantu meningkatkan fleksibilitas sendi dan kekuatan otot sehingga mendukung aktivitas lansia secara mandiri.

‎Program Desa SALUT tidak hanya menyasar lansia, tetapi juga melibatkan kader PKK, kader kesehatan, dan pemerintah desa sebagai mitra strategis. Para kader diberikan pelatihan khusus agar mampu menjadi fasilitator dan pendamping bagi lansia dalam menjaga kesehatan lutut secara berkelanjutan.

Dengan keterlibatan kader dan pemerintah desa, keberlanjutan program diharapkan tetap terjaga meskipun masa pendampingan dari tim pengabdian telah berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *