BULUKUMBA,SULENGKA.ID- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Rebba Sipatokkong STAI Al-Gazali Bulukumba menggelar Pentas Operasi III di Desa Bira, Kabupaten Bulukumba, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan bertema “Saujana” tersebut mengangkat hasil riset mengenai tradisi pa’lopiang dan pattennung yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Bira.

Menjadi Bagian dari Pengukuhan Anggota Muda

‎Pentas Operasi III dikemas melalui berbagai pertunjukan dan pameran seni, mulai dari pameran karya, musik, tari, hingga teater. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi media untuk menyampaikan cerita, nilai, serta kehidupan masyarakat yang berkaitan dengan kedua tradisi tersebut.

‎Selain menjadi ruang apresiasi seni dan budaya, kegiatan ini juga merupakan bagian dari proses pengukuhan anggota muda UKM Seni Rebba Sipatokkong. Melalui kegiatan tersebut, para anggota muda diberikan kesempatan untuk menerapkan hasil pembelajaran, melakukan riset, berorganisasi, serta mengembangkan kreativitas melalui karya yang dipentaskan langsung di tengah masyarakat.

Pemerintah Desa Bira Beri Apresiasi

‎Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Bira, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga setempat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi bentuk sinergi antara lembaga pendidikan, komunitas seni, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya menjaga serta mengembangkan budaya lokal.

‎Kepala Desa Bira, Murlawa, S.E., mengapresiasi kegiatan yang dinilai mampu menjadi sarana edukasi sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga warisan budaya daerah.

‎“Semoga saja ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Desa Bira untuk tetap menjaga budaya pa’lopiang dan pattennung yang sudah diturunkan dari nenek moyang Desa Bira,” harap Murlawa.

Pembina UKM Harapkan Kolaborasi Berkelanjutan

‎Sementara itu, Pembina UKM Seni Rebba Sipatokkong STAI Al-Gazali Bulukumba, Musfira Arifin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Desa Bira, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

‎“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa Bira, tokoh masyarakat, para pemuda, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dan ruang kepada UKM Seni Rebba Sipatokkong untuk berkreativitas dan berkarya. Bagi kami, wadah seperti ini sangat berarti bagi mahasiswa untuk terus belajar, berproses, dan mengembangkan potensi yang mereka miliki,” ucap dia.

‎Musfira berharap kolaborasi yang telah terjalin antara UKM Seni Rebba Sipatokkong, STAI Al-Gazali Bulukumba, Pemerintah Desa Bira, dan masyarakat dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan positif di masa mendatang.

‎“Harapan kami ke depan, kerja sama, kolaborasi, dan silaturahim yang telah terjalin ini dapat terus terjaga dengan baik. Tidak hanya untuk UKM Seni Rebba Sipatokkong, tetapi juga untuk STAI Al-Gazali Bulukumba secara keseluruhan. Semoga ke depan semakin banyak ruang yang dapat kita bangun bersama untuk berkarya, belajar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Ketua Umum Dorong Anggota Terus Berkarya

‎Ketua Umum UKM Seni Rebba Sipatokkong, Anggun, berharap pengukuhan anggota muda melalui Pentas Operasi III menjadi langkah awal bagi para anggota untuk terus berkembang dalam bidang kesenian dan organisasi.

‎“Semoga adik-adik yang baru dikukuhkan tidak menjadikan ini sebagai titik akhir prosesnya, melainkan menjadi tambahan semangat untuk tetap berproses dan berkarya,” ujarnya.

‎Pentas Operasi III bertema “Saujana” menjadi wadah yang mempertemukan seni, riset, pendidikan, dan kebudayaan. Melalui karya yang ditampilkan, UKM Seni Rebba Sipatokkong tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga memperkenalkan kembali identitas budaya masyarakat Desa Bira dalam bentuk yang relevan bagi generasi masa kini.

Seni dan Budaya Bertemu dalam “Saujana”

‎Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan dengan mempertahankan tradisi, tetapi juga melalui upaya pengenalan, dokumentasi, pengembangan, dan kreativitas.

Dengan dukungan masyarakat serta semangat anggota muda, Pentas Operasi III diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *