SULENGKA.ID, DAERAH — Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama rombongan dari Majelis Wali Amanat (MWA) dan Senat Akademik Unhas, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Agenda ini merupakan bagian dari upaya mempererat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan sektor pertanian di wilayah tersebut.
Dalam rangkaian kunjungan, rombongan Unhas terlebih dahulu menginap di kawasan wisata Tanjung Bira sebelum melanjutkan perjalanan ke Amaly Farm, sebuah kawasan pertanian terpadu yang terletak di Mannanti, Kabupaten Sinjai. Lokasi ini merupakan kebun pribadi milik Bupati Bulukumba, H. Andi Muchtar Ali Yusuf (Andi Utta), yang di kenal sebagai tokoh daerah dengan visi kuat dalam membangun pertanian berkelanjutan.
Setibanya di Amaly Farm, rombongan di sambut langsung oleh Bupati Andi Utta dan dijamu makan siang di lokasi. Seusai ramah tamah, para tamu diajak meninjau langsung lahan pertanian seluas sekitar 100 hektar, yang telah dikembangkan dengan pendekatan modern, memadukan unsur edukasi, agrowisata, dan teknologi pertanian terkini.
Rektor Unhas Kagum dengan Konsep Pertanian Terpadu
Prof. Jamaluddin Jompa mengungkapkan apresiasi dan kekagumannya terhadap pengelolaan Amaly Farm yang di nilainya sebagai representasi pertanian masa depan.
“Amaly Farm bukan hanya sebatas kebun. Ini adalah contoh nyata bagaimana pertanian dapat menyatu dengan unsur edukasi dan rekreasi. Dengan konsep yang integratif seperti ini, saya yakin pertanian bisa menjadi sektor unggulan yang menarik generasi muda untuk terlibat lebih jauh,” ujar Prof. Jamaluddin.
Ia juga menegaskan kesiapan Unhas untuk menjalin kerja sama lebih luas dalam pengembangan pertanian, khususnya melalui optimalisasi lahan milik Unhas yang terletak di Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba. Lahan tersebut selama ini belum di manfaatkan secara maksimal, namun kini di buka peluang untuk dikembangkan sebagai pusat riset dan pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian.
“Kami berkomitmen agar proses ini melibatkan masyarakat sekitar. Dengan begitu, dampaknya bukan hanya akademik, tapi juga ekonomi, sosial, dan lingkungan,” tambahnya.
Sinergi Nyata Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi
Sebagai bentuk dukungan konkret, Bupati Andi Utta menyerahkan bantuan 500 bibit pohon sukun kepada Unhas. Bibit ini rencananya akan di tanam di berbagai lokasi, termasuk di area kampus Unhas, sebagai bagian dari pengembangan tanaman pangan yang berkelanjutan.
Andi Utta menyambut positif kunjungan dari pihak Unhas dan berharap kolaborasi ini bisa menjadi langkah awal untuk kerja sama yang lebih luas. Terutama dalam hal pembibitan unggul dan peningkatan kapasitas petani lokal.
“Kami percaya, jika unsur pemerintah, akademisi, dan masyarakat bersatu, maka potensi pertanian kita bisa berkembang pesat. Ini bukan hanya soal hasil tani, tapi juga pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Bupati Andi Utta.
Kunjungan ini menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem pertanian yang modern, kolaboratif, dan berorientasi masa depan. Dengan keterlibatan aktif institusi pendidikan tinggi seperti Unhas. Di harapkan kawasan seperti Bulukumba dan Sinjai bisa menjadi pusat pertanian inovatif yang menginspirasi daerah lain di Indonesia.
Sebagai penutup kegiatan, di lakukan penyerahan simbolis bibit sukun dari Bupati Andi Utta kepada Rektor Unhas. Sebagai tanda di mulainya babak baru sinergi pertanian antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

