Penulis : Hendra Wiranto

DAERAH, SULENGKA.ID – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Drs. H. Andi Muawiyah Ramly (Amure), menggelar kegiatan Semarak Budaya di Hotel Agri, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, pada Senin, 30 Juni 2025.

Mengusung tema “Gelora Tradisi: Pementasan Tari dan Musik Tradisional,” kegiatan ini dihadiri oleh 100 peserta dari berbagai kalangan.

Aspirasi Amure

Dalam sambutannya, Amure menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari aspirasi anggota Komisi X DPR RI melalui Kementerian Kebudayaan, dengan tujuan menjaga dan merawat keberagaman budaya lokal.

“Tahun ini, Sulsel mendapat kuota program Semarak Budaya. Selain Bulukumba, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Maros dan Bone, serta akan menyusul di Parepare dan Wajo pada bulan depan,” ujar Amure.

Legislator yang dikenal aktif menulis ini juga mengisahkan sejarah dan kebudayaan Sulsel di hadapan peserta. Ia menyinggung keberadaan dua kerajaan besar, Gowa dan Bone, sebagai bagian dari peradaban yang patut diketahui oleh generasi muda.

“Mengetahui sejarah peradaban tanah kelahiran itu penting. Sejarah mengajarkan kita tentang dunia, negara, kota, dan komunitas serta bagaimana semuanya bisa seperti sekarang,” ujar Amure.

Tradis Suku Kajang Bulukumba

Ia juga menyoroti kekayaan budaya Kabupaten Bulukumba yang tetap lestari meskipun dihimpit perkembangan zaman, khususnya budaya suku Kajang yang telah diakui secara internasional.

“Di Bulukumba kita punya warisan budaya yang kuat, seperti suku Kajang. Saya banyak belajar dari mereka tentang kehidupan sederhana dan penghormatan terhadap alam,” tambahnya.

Pejuang Pendidikan dan Penulis Buku

Amure yang juga pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dikenal sebagai pejuang pendidikan. Ia aktif menyalurkan bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang SD hingga SMA, serta Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk pendidikan tinggi.

“Alhamdulillah tahun ini, kuota bantuan beasiswa untuk anak-anak di Bulukumba meningkat. Kita dapat 5.000 kuota PIP dan 700 kuota KIP, naik signifikan dari sebelumnya yang hanya 500 untuk KIP,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Amure juga mengungkapkan bahwa buku ke-7 karyanya akan diterbitkan akhir Juli tahun ini. Buku-bukunya banyak membahas sejarah, budaya, dan tradisi.

Budaya Di Mata Wakil Ketua DPRD Bulukumba

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Fahidin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi pelaksanaan Semarak Budaya. Menurutnya, Bulukumba sebagai daerah majemuk sangat tepat menjadi tuan rumah kegiatan pelestarian budaya.

“PKB harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan masyarakat dan pelestarian budaya, selama tidak bertentangan dengan syariat agama,” ujar Ketua DPC PKB Bulukumba itu.

Fahidin juga menekankan bahwa budaya merupakan pengikat masyarakat Bulukumba. Ia mengutip pepatah Bugis-Makassar, “Tallang sipahua, manyu siparappe” yang berarti tenggelam saling menolong, hanyut saling mengingatkan, sebagai pesan luhur dari para leluhur.

“Budaya kita adalah identitas dan amanah dari para pendahulu untuk menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai penutup kegiatan, dilakukan prosesi tukar cenderamata. Amure menerima miniatur perahu pinisi dari Fahidin, sementara Ketua DPC PKB Bulukumba itu mendapatkan satu set buku karya Amure dari jilid 1 hingga 6.