Penulis : Redaksi

Histori, Pelitarakyat.id — Dalam mitologi Yunani kuno, buah apel memiliki peran penting dalam beberapa cerita dan legenda yang terkenal. Salah satu kisah yang paling terkenal adalah “Perselisihan Para Dewa” yang melibatkan apel emas.

Menurut legenda, Dewi Eris, dewi perselisihan dan konflik. Merasa tersinggung karena tidak di undang ke pernikahan Peleus dan Thetis, orang tua Achilles. Sebagai balas dendam, Eris melemparkan sebuah apel emas ke tengah-tengah para dewa dengan tulisan “Untuk yang Paling Indah” (Kallisti).

Apel ini menjadi penyebab perselisihan di antara tiga dewi tercantik: Hera, Athena, dan Afrodit. Ketiganya mengklaim bahwa apel tersebut harus menjadi milik mereka. Zeus, sebagai pemimpin para dewa, tidak ingin membuat keputusan langsung karena takut memihak salah satu dewi. Dan menimbulkan permusuhan di antara mereka.

Sebagai akibatnya, Zeus meminta bantuan dari seorang pangeran Troya bernama Paris. Ia meminta Paris untuk menentukan dewi mana yang paling indah dan memberikan apel tersebut kepada dewi yang di pilihnya. Ketiga dewi pun berusaha mempengaruhi Paris dengan hadiah dan janji.

Hera menjanjikan kekuasaan dan kekayaan, Athena menawarkan kebijaksanaan dan keberanian. Sedangkan Afrodit menawarkan cinta dari wanita paling cantik di dunia, yakni Helen dari Sparta. Paris memilih Afrodit sebagai pemenangnya, dan apel emas pun di berikan kepadanya.

Keputusan Paris ini kemudian memicu serangkaian peristiwa yang mengarah pada pecahnya Perang Troya. Helen dari Sparta, yang saat itu sudah menikah dengan Raja Menelaus, di culik oleh Paris dan membawanya ke Troya. Agresi dari bangsa Yunani untuk mendapatkan Helen kembali menjadi awal dari perang panjang antara Troya dan Yunani. Yang di ceritakan dalam “Iliad” karya Homer.

Jadi, buah apel emas dalam mitologi Yunani menjadi simbol perselisihan dan penentuan kecantikan. Yang berujung pada peristiwa-peristiwa penting dalam mitologi dan sejarah, seperti Perang Troya.