SULENGKA.ID, EDUKASI — Selama ini, banyak orang mempercayai bahwa petir tidak akan menyambar tempat yang sama dua kali. Ungkapan ini bahkan sering digunakan secara kiasan untuk menyatakan bahwa kejadian buruk tidak akan terjadi dua kali di tempat yang sama. Namun, benarkah secara ilmiah petir memang tidak pernah menyambar lokasi yang sama dua kali?

Faktanya, ini hanyalah mitos

Dalam ilmu meteorologi dan kelistrikan atmosfer, petir justru cenderung menyambar objek yang sama berulang kali, terutama jika objek tersebut tinggi, terisolasi, atau merupakan konduktor listrik yang baik. Menara, gedung pencakar langit, pohon tinggi, bahkan pesawat terbang dapat menjadi sasaran petir berkali-kali.

Salah satu contoh paling terkenal adalah Menara Eiffel di Paris. Menara logam setinggi lebih dari 300 meter ini disambar petir sekitar 10 kali dalam setahun. Begitu juga dengan Empire State Building di New York, yang tercatat pernah disambar lebih dari 20 kali dalam satu tahun.

Mengapa bisa terjadi?

Petir terbentuk karena perbedaan muatan listrik antara awan dan permukaan bumi. Ketika muatan tersebut cukup besar, akan terjadi loncatan listrik atau sambaran petir. Objek tinggi dan bermaterial logam mempermudah terjadinya proses ini karena lebih dekat ke awan dan menjadi jalur konduktif terbaik.

Ungkapan “petir tidak menyambar tempat dua kali” hanyalah mitos populer, bukan fakta ilmiah. Dalam kenyataannya, justru tempat-tempat tertentu sangat mungkin, bahkan sering, disambar petir berulang kali. Oleh karena itu, pemahaman yang benar tentang bahaya petir sangat penting, terutama dalam hal keselamatan bangunan, alat elektronik, dan manusia di lingkungan terbuka saat terjadi badai.

Jadi, jika Anda berada di area terbuka saat petir mulai menyambar, jangan berpikir tempat itu aman hanya karena sudah tersambar sebelumnya karena petir bisa saja kembali ke lokasi yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *