DAERAH,SULENGKA.ID – Kerusakan infrastruktur jalan di Desa Bontosunggu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, menjadi sorotan publik. Seorang tokoh pemuda setempat, Alam Nur, mengkritik pemerintah daerah karena dinilai lamban merespons kerusakan jalan yang sudah berlangsung lama dan membahayakan pengguna jalan.

Alam menyebut, terdapat sejumlah ruas jalan di desanya yang mengalami kerusakan parah. Kondisi tersebut bahkan kerap memicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas setiap hari.

“Jalan di Desa Bontosunggu pertama kali dikerjakan pada periode pertama bapak Bupati A. Muhammad Sukri. Kurang lebih sudah 20 tahun berlalu, namun sejak saat itu tidak pernah lagi tersentuh perbaikan maupun kebijakan pembangunan,” kata Alam kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan komunikasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bontosunggu, ruas jalan tersebut sebenarnya rutin diusulkan sebagai prioritas pembangunan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat desa hingga kecamatan sejak 2019. Namun hingga kini, realisasi pembangunan belum juga terlihat.

Menurut Alam, ruas jalan yang mengalami kerusakan, mulai dari jalur perbatasan Desa Paenre Lompoe menuju depan Kantor Desa Bontosunggu dengan perkiraan panjang sekitar 2 kilometer. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya ketimpangan perhatian pemerintah daerah terhadap wilayah pedesaan.

“Setiap tahun diusulkan dalam Musrenbang, tetapi seolah luput dari perhatian pemerintah daerah. Padahal kondisinya sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan warga,” tegasnya. Alam juga diketahui merupakan tokoh pemuda sekaligus Kabid PTKP HMI Cabang Bulukumba.

Lebih jauh, ia berharap pemerintah daerah dan DPRD Bulukumba tidak hanya memusatkan pembangunan di wilayah perkotaan, melainkan juga memperhatikan desa-desa yang selama ini mengalami keterbatasan infrastruktur.

“Pembangunan harus merata. Bulukumba bukan hanya kota, tetapi terdiri dari 10 kecamatan dan 109 desa. Jangan sampai desa terus tertinggal,” ujarnya.

Alam juga mendesak Bupati Bulukumba dan DPRD agar lebih peka terhadap kondisi masyarakat di Desa Bontosunggu dan segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak parah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah daerah terkait keluhan tersebut.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *