Dalam pemaparannya, Vinto mengapresiasi tenun Bira sebagai salah satu produk lokal yang masih mempertahankan keaslian motif tradisionalnya. Meski demikian, ia menilai salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah motif yang masih cenderung seragam atau kurang bervariasi.

Menurutnya, pelatihan ini bertujuan membantu para penenun mengembangkan motif baru yang lebih inovatif. Ia juga menyampaikan bahwa Dekranasda berharap lahir desain yang lebih modern tanpa menghilangkan identitas tradisional tenun Bira.

Vinto menegaskan bahwa corak tradisional tetap harus dipertahankan sebagai ciri khas, namun pengrajin juga perlu berani mencoba desain baru agar produk tenun Bira mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Dengan hadirnya motif yang lebih variatif dan modern, tenun Bira berpotensi diminati berbagai kalangan,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *