Ia menilai peningkatan kapasitas pengrajin sangat penting agar produk kriya Bulukumba mampu bersaing dengan produk dari daerah lain, terlebih Bulukumba dikenal sebagai salah satu destinasi wisata.
“Penguatan SDM pelaku usaha perlu terus dilakukan. Pengembangan desain dan motif juga penting agar produk tenun Bulukumba tidak tertinggal dan tetap relevan dengan perkembangan zaman,” katanya.
Sebagai informasi, Tenun Bira, Tenun Kajang, serta Kopi Arabika Kahayya telah memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Ketiga produk tersebut dikenal memiliki karakteristik khas, kualitas unggulan, serta keterkaitan kuat dengan kondisi geografis dan kearifan lokal Bulukumba.
