PENDIDIKAN, SULENGKA.ID – Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Patompo menggelar kunjungan industri (Study Visit) ke Bendungan Bili-Bili dan Bendungan Jene’lata, Kabupaten Gowa, Sulsel, pada Senin, 11 Agustus 2025.
Kunjungan tersebut merupakan rangkaian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Tanakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dan mengusung tema “Eksplorasi Inovasi dan Teknologi Berkelanjutan di Bendungan Bili-Bili, Bendungan Jene’lata, dan Desa Tanakaraeng.”
Kunjungan ke Bendungan Bili-Bili
Rombongan yang terdiri dari mahasiswa Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Statistika ini bertujuan memperluas wawasan mengenai penerapan teknologi modern dalam pengelolaan sumber daya air.
Fokusnya meliputi konstruksi bendungan, pengumpulan data hidrologi, serta potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Kunjungan dimulai dengan audiensi bersama pengelola Bendungan Bili-Bili, Abd. Razak, S.T. Ia menjelaskan pentingnya sinergi antara perencanaan teknis, analisis data, dan koordinasi lintas sektor.
Dalam kesempatannya, mahasiswa kemudian meninjau langsung sistem pintu air dan mekanisme pengendalian debit yang menjadi kunci operasi bendungan.
Mahasiswa Kunjungi Bendungan Je’nelata
Perjalanan dilanjutkan ke proyek pembangunan Bendungan Jene’lata. Ahmad Aji Setia Praja, S.T., Pelaksana Teknik sekaligus Koordinator Direksi PPK Bendungan 2 Jene’lata, memandu mahasiswa melihat proses cut-off wall, penguatan lereng, hingga pemasangan instrumentation monitoring yang krusial bagi keamanan bendungan modern.
Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Tanakaraeng.
Tak hanya itu, Selain belajar teknologi bendungan, para mahasiswa juga lakukan kegiatan abdi masyarakat di Desa Tanakaraeng,
Mahasiswa menggelar sosialisasi teknologi tepat guna, edukasi pengelolaan air, dan diskusi mengenai peran warga dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Patompo, Dr. Ir. Andi Arifuddin Iskandar, M.P. menegaskan bahwa pengalaman lapangan menjadi bekal penting bagi mahasiswa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguasai praktik di lapangan untuk siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang diskusi interaktif antara mahasiswa, dosen, masyarakat, dan praktisi lapangan, membahas topik mulai dari perencanaan struktur, manajemen risiko bencana, hingga keberlanjutan lingkungan.
Apresiasi Pihak Kampus Universitas Patompo
Pihak kampus menyampaikan apresiasi kepada Abd. Razak, S.T., Ahmad Aji Setia Praja, S.T., dan kepada kepala desa Tanakaraeng, H. Sampara.
Pihak kampus, Universitas Patompo berharap kunjungan ini dapat memotivasi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan.*

